Komisi III DPRD Solo Minta Jadwal Pembangunan Jembatan Mojo dan Jurug Dikaji Ulang

Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta YF Sukasno.

KBRN, Surakarta: Belakangan ini beredar informasi melalui flayer rencana penutupan Jembatan Jurug B pada awal Juli mendatang. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bakal merevitalisasi akses dari Kota Solo menuju Kabupaten Karanganyar dan Sragen. 

Informasi tersebut kemudian viral di media sosial dan menjadikan masyarakat bertanya-tanya. Sebab di waktu yang hampir bersamaan Jembatan Mojo Penghubung Mojolaban Sukoharjo dengan Semanggi Pasarkliwon Solo juga bakal dibongkar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang DPU-PR. 

Ketua Komisi III DPRD kota Surakarta YF Sukasno angkat bicara terkait rencana pembangunan dua jembatan yang hampir bersamaan itu. Menurut Sukasno rencana perbaikan infrastruktur itu akan menimbulkan dampak kemacetan yang luar biasa di Kota Bengawan. 

"Tahun 2022 Jembatan Mojo juga akan di tutup, ada pekerjaan Rehabilitasi Jembatan Mojo. Jadi kalau nanti Jurug juga akan di tutup dan di kerjakan tahun 2022, maka dampak kemacetan di kota khusus nya Solo utara dan Solo timur sangat luar biasa," Sukasno kepada RRI, Selasa (17/5/2022).

Politikus PDIP itu juga menyampaikan di saat bersamaan dilaksanakan proyek Rel Layang Simpang Joglo dan Under Pass. Arus lalu lintas jika dialihkan ke ring road Mojosongo juga akan terkendala.

Lanjut Sukasno, Ring road Solo utara yang masuk wilayah Mojosongo belum sempurna dan tidak bisa maksimal. Jikalau lalu lintas dialihkan lewat ring road dipastikan terjadi keruwetan yang luar biasa.

"Saya yakin mau di buat rekayasa lalulintas seperti apapun Solo akan tetap macet," tandasnya.

Sebagai Ketua Komisi Komisi III pihaknya meminta supaya Kementrian PU PR bersama Dinas Perhubungan Kota Surakarta juga DPU PR Kota Surakarta melakukan koordinasi lebih matang. 

"Saya harap bertemu dan koordinasi, memperhitungkan secara cermat dampak kemacetan yang ditimbulkan oleh rencana ditutupnya Jembatan Jurug tersebut," pinta Sukasno. 

Komisi III ingin mengundang stakeholder dan meminta penjelasan rencana pembangunan infrastruktur yang berbarengan. Jika dikhawatirkan akses ke Solo timbul kemacetan akan berpengaruh pada sektor ekonomi.

"Jangan sampai masyarakat di repotkan dengan pembangunan tersebut. Kalau macet macetan yang dirugikan masyarakat dan bisa menganggu ekonomi," tukasnya. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar