Mensos Sambangi dan Motifasi Anak di Sragen yang Kehilangan Ayah - Adiknya Yang Bunuh Diri

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi Korban anak ditinggal Bapak-Adik bunuh diri di Gondang Sragen.

KBRN Sragen: Menteri Sosial Tri Rismaharini menyambangi kediaman keluarga yang anggotanya kedapatan gantung diri di Dukuh Grasak, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen Jawa Tengah Minggu (15/5/2022). 

Korban adalah Ar (40) ayah dan SL (5) anak -- berstatus siswi Sekolah Dasar. Ar meninggalkan istri NDL (34 tahun) dan anak pertama FL (13) siawi SMP.

Dalam kesempatan hadir, Mensos menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok, uang duka Rp2.000.000, tabungan pendidikan Rp5.000.000, modal usaha peternakan lele Rp3.000.000 dan peralatan sekolah (tas, sepatu, alat tulis, buku, laptop).

FL merasakan kesedihan yang sangat mendalam atas kepergian adiknya. Dia terlihat syok, tidak bisa tidur dan tidak mau makan.

Sebelumnya Ar dan istrinya berdagang baju di pasar malam. Karena situasi Covid-19, Ar kemudian berganti berjualan masker. Setelah pandemi mulai reda, ia berjualan minuman dan pakaian di pasar malam yang berpindah-pindah di beberapa kota (Klaten, Magelang). 

Sedangkan istrinya, sejak dua bulan lalu menjadi TKI di Singapura. Ia masih dibebani untuk menyelesaikan kewajibannya kepada agen penyalur tenaga kerja selama dua bulan. 

Atas arahan Mensos, petugas melakukan healing agar FL dapat mengeluarkan emosi-emosi yang ia rasakan akibat rasa kehilangan yang begitu mendalam atas kepergian adiknya. FL mulai bisa menangis. 

Petugas melanjutkan memberikan sugesti positif melalui hypnotherapy agar dia dapat menerima kepergian ayah dan adiknya, terus berjuang mengejar cita-citanya, serta tetap mencari dan memiliki makna hidup. Dari proses hipno, FLAS mulai rileks dan tertidur. 

Selain itu petugas menghubungi NDL di Singapura, memberikan penguatan dan motivasi serta memintanya untuk kembali dan l mendampingi FL. Petugas juga memotivasi keluarga besarnya untuk tetap tegar menghadapi kejadian ini. 

"Saya harus datang kesini karena yang pertama saya harus memastikan saya bisa berkomunikasi langsung dengan ibunya FL supaya dia mau berkenan untuk kembali. Memang ada resiko resiko dari kepulangan itu, misalkan komitmen pembayaran dan sebagainya, tapi saya akan membantu untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan permasalahan beban biaya dan lain lain," jelas. Menteri Sosial Tri Rismaharini kepada wartawan di Sragen. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar