Pemprov Jateng Gandeng Star-Up Untuk Mendukung UMKM Agar Go Digital

KBRN Surakarta : Pemanfaatan teknologi oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah masih sangat rendah. 

Terbukti berdasarkan data yang tercatat dari 4,1 juta pelaku UMKM di Jawa Tengah hanya 1,6 juta yang memanfaatkan pasar digital.  

Padahal, teknologi dan digitalisasi menjadi kunci bagi pelaku UMKM untuk bertahan dan mengembangkan usaha. 

Terlebih di tengah situasi pandemi dan persaingan bisnis yang semakin kompetitif. 

Untuk menyikapi hal tersebut, pemerintah berkolaborasi dengan perusahaan Start - up BukuWarung untuk memanfaatkan teknologi digital bagi pelaku UMKM .

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah Ema Rachmawati mengatakan untuk menjawab tantangan tantangan tersebut pihaknya dengan menyelenggrakan serangkaian kegiatan pemberdayaan UMKM di Sukoharjo.

"Selain di Sukoharjo kegiatan serupa juga akan digelar Semarang, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen, Wonosobo, Tegal, Pekalongan, Banyumas, Boyolali, Karanganyar, Jepara, Pati, dan Salatiga sepanjang bulan Februari dan Maret," ujar Ema Selasa (25/01/2022).                                 

Kegiatan tersebut, menurut Ema berupa pelatihan tatap muka yang terdiri atas peningkatan pemahaman literasi keuangan mengenai pengelolaan keuangan usaha dan program pembiayaan baik dari perbankan maupun non-bank bagi lebih dari 1000 UMKM di Jawa Tengah.

 “Keterlibatan BukuWarung dalam rangkaian kegiatan yang kami adakan ini sangat penting mengingat salah satu kendala yang dialami UMKM di Jawa Tengah khususnya adalah rendahnya literasi keuangan yang berakibat pelaporan keuangan yang tidak jelas antara modal, cash flow, keuntungan dan kerugian,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Sukoharjo Iwan Setiyono mengapresiasi kegiatan pemberdayaan tersebut.

Pasalnya di Sukoharjo potensi industri UMKM sebenarnya cukup besar hanya saja pengelolaan dan pengembangan yang dilakukan ada sejumlah kendala salah satunya akses permodalan.

“Total potensi UMKM di Sukoharjo pada tahun 2022 ini ada sekitar 227 ribu lebih. Sayangnya, dua permasalah utama dari UMKM adalah kesulitan permodalan karena kurangnya informasi fasilitasi akses permodalan yang tersedia dan kurangnya tertib administrasi usaha dan inovasi produk, ” ujar Iwan

 Melalui kegiatan ini,Iwan berharap akan terus melakukan akselerasi digitalisasi, mendukung inovasi dan mengintegrasikan ekonomi keuangan digital.

Dalam kesempatan tersebut Head of Product Marketing BukuWarung Irwansyah Fansury, mengaku bangga atas terpilihnya BukuWarung merupakan satu-satunya startup pencatatan digital yang diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi kami untuk berkontribusi dalam pengembangan UMKM agar mereka bisa mencapai kesejahteraan finansial yang lebih baik.” ungkap Irwansyah.

Selain digitalisasi usaha, program pemberdayaan kegiatan yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah tersebut juga meliputi pengenalan dan peningkatan literasi keuangan, serta kegiatan fasilitasi studi kelayakan usaha guna membantu pelaku UMKM mengembangkan dan meningkatkan daya saing bisnis. (Siti/ep)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar