FOKUS: #PPKM

Awasi Kerumunan di Lampion, Satpol-PP Siapkan Satgas Prokes

Panitia Imlek tahun ini memasang lampion terbatas salah satunya di depan Balaikota.
Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan.

KBRN, Surakarta: Perayaan Imlek tahun ini mulai dilaksanakan kembali meskipun masih terbatas. Panitia Imlek Kota Solo telah memasang lampion di kawasan Pasar Gede, lingkungan Klenteng Tien Kok Sie dan depan Balaikota untuk menambah greget perayaan.

Keberadaan lampion ini ketika malam hari menjadi daya tarik untuk dikunjungi sebagai tempat foto-foto selfie. Hal ini diantisipasi agar tidak terjadi kerumunan. 

Tim Cipta Kondisi Pemkot Surakarta melakukan antisipasi pelanggaran protokol kesehatan di tempat tersebut. Pada perayaan sebelum pandemi selalu mengundang kerumunan. 

"Pengawasan lampion kemarin disampaikan pak wali untuk mengawal event di Kota Surakarta bisa berlangsung tapi tetap prokes. Kita meminimalisir pelanggaran titik berat penggunaan masker," kata Kepala Satpol PP Pemkot Surakarta Arif Dharmawan, Selasa (25/1/2022).

Arif mengatakan, pihaknya telah mendapatkan arahan dari Walikota agar mengamankan jalannya perayaan Imlek tahun ini. Event tahunan itu dapat berjalan namun pelanggaran prokes dapat diminimalisir. 

Oleh sebab itu Satpol PP mulai besok akan ada operasi gabungan bersama TNI/Polri untuk mengantisipasi pelanggaran prokes. Manakala terjadi kerumunan dan mengabaikan prokes maka kegiatan tersebut dapat dibubarkan, bahkan disiapkan tes swab di tempat.

"Kalau kita imbau dan operasi simpatik tidak mengindahkan ya tidak ditolerir lagi. Swab di tempat akan dilakukan," ujarnya.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming mengatakan, perayaan Imlek akan berdampak positif pada ekonomi, apalagi sudah dua tahun dihentikan dampak dari Pandemi. Yang terpenting lanjut Gibran semua menjaga protokol kesehatan.

"Ndak papa ramai, yang namanya kegiatan ekonomi di tengah pandemi tidak boleh berhenti. Imlek kan udah dua tahun berhenti, kasian kalau hilang. Yang penting prokes," katanya di Balaikota.

Menurut Gibran meskipun perayaan Imlek kembali dilaksanakan, namun tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya karena kegiatan Grebeg yang mengundang kerumunan belum digelar.

 "Ini tidak semeriah tahun lalu, Grebeg Sudiro belum kami izinkan. Yang penting greget Imlek jangan sampai hilang," jelasnya.

Gibran mengaku telah meminta Satpol PP untuk meningkatkan pengawasan Protokol Kesehatan di setiap kegiatan masyarakat. 

Sementara itu selain kawasan lampion yang menjadi pengawasan Satpol PP adalah hajatan yang diselenggarakan warga di rumah, meskipun di SE Walikota belum diizinkan. Kemudian operasi gabungan tim cipta kondisi Prokes ini juga akan mobile bahkan melakukan razia masker di jalan-jalan protokol.  MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar