Menko PMK : Penanganan Kawasan Kumuh Solo Jadi Role Model

Menko PMK Muhadjir Effendy memulai pembangunan rumah layak huni di Kampung Semanggi Harmoni Kelurahan Mojo Kecamatan Pasarkliwon.
Menteri PMK Muhadjir Effendy dan Walikota Gibran Rakabuming Raka menjumpai warga di permukiman padat penduduk RW 1 Kelurahan Mojo Kecamatan Pasarkliwon.

KBRN Surakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan peletakan batu pertama program penanganan pemukiman di Kawasan Kumuh Semanggi, Kelurahan Mojo Kecamatan Pasarkliwon, Solo, Selasa (25/1/2022) pagi. 

Menko PMK didampingi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF/Persero) Ananta Wiyoto. 

Muhadjir mengatakan Kemenko PMK mendapatkan tugas dari Presiden untuk menyelesaikan masalah kemiskinan ekstrim, yang ditargetkan tuntas tahun 2024. 

"Pemerintah saat ini sedang berupaya menangani kemiskinan ekstrim dari berbagai sektor. Kemenko PMK akan mengintegrasikan semua sektor agar mempunyai daya penyelesaian yang jitu," katanya kepada wartawan seusai peletakan batu pertama.

Menurutnya Solo ini terjadi kolaborasi baik antara stakeholder dalam penanganan wilayah-wilayah kantong kumuh di perkotaan. Pihaknya akan menjadikan Solo sebagai role model untuk penyelesaian kemiskinan ekstrim pemukiman kumuh kota-kota yang ada di Indonesia. Tahun ini ditargetkan ada 6 kota yang akan ditangani. 

“Salah satu sisinya adalah pemukiman. Pemukiman kumuh. hampir dipastikan itu tempat konsentrasinya kemiskinan ekstrim. Karena itu dengan program ini, akan kita jadikan model untuk penyelesaian kemiskinan ekstrim pemukiman kumuh kota-kota yang ada di Indonesia,” ujarnya. 

Sementara itu Ketua Pokja Mojo Bangkit Bersama Sudrajat mengatakan ada 47 unit rumah layak huni yang akan dibangun pada tahun ini. Setiap rumah mendapatkan kucuran anggaran PT Sarana Multigriya Finansial (SMF/Persero) senilai Rp 70 juta. "Kalau 70 juta targetnya langsung bisa ditempati," ujarnya.

Menurut Sudrajat, dengan anggaran sejumlah itu dipastikan satu unit rumah akan selesai dan layak ditempati. Rumah seluas 36 meter persegi itu memiliki fasilitas dua kamar tidur satu kamar mandi, ruang tamu dan dapur.

"Luasnya 36 dua kamar. Ini sebenarnya 56 tapi ini yang sembilan ini (dibangun-red) dari CSR dan sebagainya, bantuan OJK dan Perumda. Nominal Rp 50 juta jadinya seperti ini," jelasnya.

Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF/Persero) Ananta Wiyoto mengatakan program penanganan pemukiman kumuh tersebut merupakan kerjasama antara PT SMF dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pemkot Solo sebagai upaya penanganan kumuh kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo RW I. 

"SMF memberikan dukungan dalam aspek bangunan, yaitu dengan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni menjadi layak huni." MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar