Banyak Formasi Kosong, BKPSDM Karanganyar Usul 600 Lebih Formasi PPPK

Ilustrasi ujian PPPK.jpg

KBRN, Karanganyar: Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karanganyar mengusulkan 600 lebih formasi untuk mengusi kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di tahun 2022.

Kepala BKPSDM Karanganyar, Suprapto mengatakan, formasi tersebut terdiri dari berbagai bidang, seperti guru, tenaga kesehatan, maupun tenaga teknis lainnya.

Ratusan formasi tersebut hasil pemetaan kebutuhan pegawai di tahun 2021 lalu.

"Setiap tahun ada permintaan penyampaian formasi kebutuhan p3k di masing2 kabupaten kota, sudah kita kirimkan. Itu seluruhnya termasuk guru kesehatan tenaga teknis lainnya, sekitar 600an," jelasnya kepada wartawan.

Dikatakan Suprapto, saat ini proses pengajuan masih dalam tahap verifikasi dari Kemenpan RB.

Pihaknya tidak dapat memastikan seluruh usulan formasi dapat disetujui, mengingat harus menunggu alokasi kebutuhan formasi yangang diberikan dari Kemenpan RB

"Secara nasional nanti diverifikasi dari sana, juga nanti kuota berapa ya dari sana. Contoh, waktu kita mengajukan PPPK guru itu kan 1.700, tapi secara nasional kan dapetnya segitu 1.600an," ungkapnya.

Lebih lanjut, Suprapto mengatakan, jumlah pengusulan formasi PPPK di tahun 2022 menurun dibanding tahun sebelumnya.

Di tahun 2021 karanganyar mengusulkan sekitar 1.600an formasi PPPK namun di tahun 2021 menurun hanya 600an formasi.

"Jadi itu yang mengisi kekurangan kemarin seperiti guru kelas, guru agama, guru olahraga, itukan masih kurang, termasuk guru kelas kan masih jagani juga yang pensiun 2021," bebernya.

Disisi lain, Suprapto mengakui, bila dilihat kebutuhan pegawai saat ini, usulan tersebut masih belum mencukupi. Apalagi dalam setahun rata-rata pegawai pensiun mencapai 500an.

"Ya kita melihat di tahun 2021, sebenarnya kalo butuh masih banyak. Yang sekarang itu yang pensiun saja 500 dalam setahun dan sudah beberapa tahun. Tapi penambahan dalam beberapa tahun kan sedikit-sedikit saja. Tidak bisa menutip yg pensiun," paparnya.

Meski begitu, Suprapto memastikan, banyaknya kebutuhan pegawai tidak mengganggu kinerja pemerintah daerah.

"Enggak (mengganggu), kemarin kan sudah dipetakan yang formasi penting," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar