FOKUS: #PPKM

Kunjungi Kampung Jokowi, Moeldoko Ungkap Alasan Pembatalan PPKM Level 3 Nataru, Salah Satunya Demi Ekonomi

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat mengunjungi Pusat Pengembangan Baterai Listrik (PUI) PT Teknologi Penyimpanan Energi Listrik di Gedung Pusbanglis UNS, Purwosari Solo.

KBRN, Surakarta: Pembatalan PPKM Level 3 saat Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) disebut untuk menyeimbangkan kebijakan gas dan rem penanganan kesehatan dengan ekonomi saat Pandemi Covid-19.

Alasan ini diungkap Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat mengunjungi Pusat Pengembangan Baterai Listrik (PUI) PT Teknologi Penyimpanan Energi Listrik di Gedung Pusbanglis UNS, Purwosari Solo, Selasa (7/12/2021).

Moeldoko mengungkap alasan pembatalan PPKM level 3 di seluruh wilayah saat Nataru salah satunya dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi. Moeldoko menerangkan, langkah ini diambil karena pemerintah menyeimbangkan kebijakan gas dan rem penanganan kesehatan dengan ekonomi seperti yang dirancang Presiden Joko Widodo. 

"Kebijakan menginjak gas dan menarik rem idealnya disesuaikan dengan perkembangan data terkini Covid-19. Untuk itu gas dan rem harus dilakukan secara dinamis sesuai dengan perkembangan Covid-19 di hari-hari terakhir," lanjutnya.

Moeldoko menyebut angka risiko penularan Covid 19 saat ini sangat rendah rata-rata hanya 0,97 persen. Termasuk pertumbuhan kasus warga terpapar virus korona sangat rendah, sementara itu di saat yang sama Pemerintah tengah menggenjot pemulihan ekonomi.

"Jadi ada hal hal khusus yang dipikirkan pada sisi yang lain sektor yang ekonomi umpamanya bisa bergerak," jelasnya.

Mengutip pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, kata Moeldoko, pembatalan PPKM level 3 di seluruh wilayah juga didasarkan pada capaian vaksinasi. Kemudian, vaksinasi lansia terus digenjot hingga saat ini mencapai 64 persen untuk dosis pertama, dan 42 persen untuk dosis kedua di Jawa Bali. 

Menurut Moeldoko, meskipun PPKM level 3 batal diterapkan di semua daerah saat Nataru, pemerintah akan tetap menerapkan berbagai pembatasan.

"Untuk acara-acara kerumunan masyarakat yang diizinkan maksimal berjumlah maksimal 50 orang, pertandingan olahraga tetap tidak boleh tanpa penonton, dan operasional pusat perbelanjaan, restoran, bioskop juga dibatasi hanya 75 persen," ujarnya.

Selain itu, lanjut Moeldoko, pelaku perjalanan jarak jauh wajib menunjukkan hasil tes negatif Covid-19, baik melalui PCR maupun antigen.

"Jadi Presiden satu sisi memberikan kelonggaran, tapi pada sisi yang lain memberikan penekanan atas protokol kesehatan," kata dia.

Adapun pemerintah mengumumkan pembatalan penerapan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada Selasa (7/12/2021). Semula, kebijakan itu akan diterapkan jelang dan pasca Nataru, yakni pada 24 Desember hingga 2 Januari 2021. PPKM level 3 di seluruh wilayah bertujuan untuk mencegah lonjakan Covid-19 akibat menigkatnya mobilitas masyarakat selama libur Nataru. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar