Terima Dana Keserasian Sosial 150 Juta, Desa Gentungan Fokus Kembangkan Potensi Desa

KBRN, Karanganyar: Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang kabupaten Karanganyar, menjadi salah satu penerima dana bantuan keserasian sosial dari Kementrian Sosial senilai 150 juta.

Dana yang ditujukan untuk mendukung kondusifitas dan kerukunan antar warga tersebut, dimanfaatkan warga desa Gentungan untuk fokus dalam pengembangan potensi desa.

Ketua kelompok keserasian sosial selaras, desa Gentungan, Mulyono mengatakan, terdapat 2 bentuk kegiatan dalam upaya menyalurkan dana bantuan keserasian sosial, yakni kegiatan fisik dan non fisik.

Mulyono mencontohkan, dalam kegiatan fisik, dana bantuan keserasian sosial disalurkan pada renovasi lokasi pasar ciplukan yang jadi potensi desa Gentungan, seperti pembuatan panggung, penambahan lapak pedagang, serta perbaikan sendang.

"Kegiatan kita secara fisik ada, rehab pasar ciplukan, yang nanti dari 16 lapak menjadi 60 lapak, kemudian ada panggung serta sendang. Juga ada peningkatan kapasitas pedagangnnya," jelas Mulyono kepada wartawan, usai pelaksanaan dialog tematik program keserasian sosial, Selasa (7/12/21).

Ditambahkan Mulyono, penerapan kegiatan melalui dana bantuan keserasian sosial ini, menjadi salah satu langkah tepat, terutama dalam menggerakan ekonomi masyarakat di masa pandemi.

"Lebih kepengembangan potensi desa. Meski semua sudah aman semua tapi kita perlu antisipasi di waktu pandemi seperti ini, ekonomi juga harus bergerak, akhirnya pedagang juga kita berdayakan," bebernya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Karanganyar, Marno mengatakan, di tahun 2021 ini, terdapatat dua desa di Karanganyar yang mendapat dana bantuan Keserasian Sosial, meliputi Desa Gentungan serta Desa Kalijirak.

"Tahun ini dua, kemarin di Kalijirak itu sudah berlangsung. itu dari aspirator pak Paryono, kalo ini desa gentungan dari hajah Endang Astuti. Masing-masing desa mendapat bantuan senilai 150 juta," ungkap Marno.

Marno menambahkan, pemilihan 2 desa sebagai penerima bantuan tersebut, dinilai dari kriteria kondisi desa, kondisi masyarakat serta aspirasi dari anggota DPR RI.

"Ini murni aspirator anggota dewan, pertimbangan banyak, kondisi dusun/desa, masyarakatnya, dalam mendukung program apa yang sinergi di desa itu," jelasnya.

Diharapkan, lanjut Marno, potensi yang ada didesa dapat dikembangkan sehingga terbentuk komunikasi serta koordinasi antar warga dengan situasi yang rukun, maju, berdaya saing.

"Outpunya ya, namanya aja keserasian sosial, apa yang ada di desa ini, di komunikasikan, di koordinasikan, di sinergitaskan sehingga membawa desa hebat rukun, maju, masyarakat guyub rukun," katanya.

Adapun kegiatan non fisik berupa forum diskusi serta pelatihan warga dilaksanakan selama 3 hari mulai dari 7 Desember hingga 9 Desember dengan melibatkan tokoh masyarakat, pemangku kepentinga, serta warga sekitar desa Gentungan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar