Direktur Marketing CV Sinarfood Healtindo Fasichah Dapat Gelar Kehormatan Kekerabatan Sentana Dalem Dari Kraton Kasunanan Hadiningrat

KBRN Surakarta : Pemberian gelar KRAy atau Kanjeng Raden Ayu ini bukan hanya sekedar peresmian kekerabatan saja dari R Ayu menjadi KRAyu dan tanpa sebab melainkan sebagai wujud penghargaan atas kerja keras serta konsistensi yang dia berikan terhadap kebudayaan, kuliner dan pariwisata daerah khususnya kota Solo melalui kerja nyata yaitu selalu meletakkan filosofi sejarah serta budaya dalam pengelolaan branding perusahaan maupun produk terutama Silken Tahoo sebagai Pioner Wedang Tahu Instan Indonesia. 

Dalam pertemuan jamuan makan siang sebelumnya di tanggal 01 Desember 2021 bertempat di Diamond Solo dengan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Dr Eddy Wirabhumi dan putrinya Bendoro Raden Ajeng Sedhah Mirah, wanita ini menuturkan rasa terimakasih dan berkomitmen bahwa dengan menyandang gelar dia berharap bisa semakin melekatkan diri tidak hanya pribadi tetapi tentunya melalui kerja nyata untuk selalu membawa nama Kota Solo khususnya Kraton Kasusunan dan terus menciptakan peluang usaha untuk membuka lapangan kerja di bidang kebudayaan, kuliner dan pariwisata. 

Kekaguman Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Dr Eddy Wirabhumi terhadap wanita ini diungkapkan dengan pertanyaan.

“Mba Kamu ini sekolahnya apa mba? Kok bagus sekali menata produk dari kemasan serta cerita dan pemilihan produknya sangat menarik serta filosofi sekali. Produk ini mengagumkan, sangat berpotensi laku dan saya berikan apresiasi The Best untuk Silken Tahoo, ” ujar Kanjeng Wirabhumi, seperti dalam rilis yang diterima RRI,  Senin (06/12/2021).

“Sebagai lulusan S2 Magister Manajemen Komunikasi UNS saya merasa harus selalu memberikan yang terbaik dan saya memang sangat menyukai sejarah serta budaya tetapi tidak hanya itu saja Kanjeng, saya juga harus bertanggung jawab agar tidak hanya menjadi idealisme saja tetapi juga bagaimana terjual dan menciptakan peluang kerja serta wirausaha mandiri. Saya tidak ingin brand saya hanya punya tagline tanpa manfaat sehingga semua brand saya konsisten tidak ngomong aja tetapi spiritnya dapat dirasakan serta dibutuhkan oleh semua orang. Saya ingin Silken Tahoo ini mampu melestarikan kuliner tradisional Indonesia Tionghoa dan mengobati kangen wedang tahu dimanapun kapanpun” tutur Iva menjawab pertanyaan Kanjeng Wirabumi. 

Meski orang Solo asli dan seumur hidupnya tinggal di Kauman Solo di wilayah keraton yang terbiasa dengan gelar keturunan sebagai kerabat kraton Kasunanan namun tanpa mengurangi rasa hormat kepada pemberi gelar, Fasichah Tia Nur yang akrab disapa Iva mengaku gelar tersebut tidak akan selalu ditulis melainkan diambil esensinya dan digunakan untuk kegiatan kedinasan untuk selalu mengingat asal-usul dan komitmen budaya.

Hal ini dilakukan karena dia tidak ingin canggung ketika sedang bersosialisasi dengan teman maupun klien. 

Selain gelar kehormatan kekerabatan Iva juga diberikan nama tambahan menjadi KRAy Fasichah Tia Nur Retno Kusuma oleh Kraton Kasunanan yg berarti Retno yaitu emas yang diharapkan selalu berkilau dimanapun berada dan kusumo yang berarti darah, trahing kusuma, trahing ratu yang berarti keturunan bangsawan yang harum namanya. 

Harapannnya adalah agar prestasinya semakin berkilau seperti emas namanya semakin harum seperti bunga, terus bersemangat melestarikan budaya sampai mendarah daging dan tentunya akan selalu mengingat asal usulnya terang KRMRP Mustafa Sastro Hadikusumo. (edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar