UMK Wonogiri Naik 0,07%, SPSI: Harusnya Lebih dari Inflasi 1%

KBRN Wonogiri : Upah Minimum Kabupaten (UMK) Wonogiri meningkat namun hanya sekitar 0,07% persen dari UMK tahun lalu.

Bagi buruh kenaikan UMK seharusnya lebih dari angka inflasi yang lebih dari 1%.

Ketua DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Wonogiri, Seswanto, mengatakan saat diminta konfirmasi  mengenai UMK yang telah dibahas Dewan Pengupahan Kabupaten Wonogiri tidak menyebutkan angkanya. Namun hanya menyebutkan sekitar 0,07% atau tidak sampai 1%.

“Sebetulnya kami itu kan mintanya 1% ya itu saja masih di bawah angka inflasi. Tetapi karena ada aturan pada rumusan Undang-undang Cipta Kerja kami di dewan pengupahan enggak bisa lebih,” kata Seswanto, Sabtu (04/12/2021).

Menurutnya, seharusnya kenaikan UMK Wonogiri di atas nilai inflasi atau lebih dari sekitar 1%. UMK yang naik tidak lebih dari 1% sedangkan kondisi inflasi lebih dari 1% maka nilai upah buruh justru turun.

“Harga kebutuhan pokok meningkat lebih dari 1% namun UMK naik tak sampai 1%,” tandasnya.

Dia menjelaskan pembahasan UMK Wonogiri 2021 dilakukan tiga kali pertemuan, masing-masing pembukaan, hitung-hitungan, dan nilai UMK yang diajukan kepada Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Seswanto juga mengatakan serikat buruh berjuang sampai Mahkamah Konstitusi namun ada sejumlah bagian yang tidak disetujui. Perlu dorongan dari semua elemen buruh dan pekerja untuk memperjuangkan nasib buruh terkait UU Cipta Kerja di tingkat nasional.

Sementara itu Bupati Wonogiri saat minta konfirmasi mengatakan ada kenaikan UMK Wonogiri. Namun, kenaikan UMK sedikit atau tidak naik signifikan. Berdasarkan catatan, UMK 2021 Wonogiri sebanyak Rp1.827.000.  (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar