Peringatan Dini Banjir, Warga Bantaran Sungai Bengawan Solo di Sukoharjo Andalkan Sirine EWS

KBRN Sukoharjo : Musim hujan ini, bencana banjir masih menjadi ancaman terbesar di Sukoharjo karena dilintasi Sungai Bengawan Solo.

Sebagai peringatan dini akan banjir, selama ini warga mengandalkan peringatan dari alat Early Warning System (EWS) yang dipasang di sepanjang sungai tersebut.

Ketika sirine EWS mulai menyala, warga yang tinggal di bantaran mulai waspada dan siaga akan bencana banjir.

“Warga yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo punya ilmu titen, baik dari suara sirene EWS atau dengan melihat ketinggian air di titik-titik tertentu,” ungkap Camat Grogol, Herdis Kurnia Wijaya, Sabtu (04/12/2021).

Terkait alat EWS sendiri, Herdis mengaku sudah ada beberapa yang dipasang sebagai perngatan dini bagi masyarakat. EWS antara lain dipasang di bawah jembatan Bacem, Telukan dan unit lainnya di Dukuh Nusupan, Desa Kadokan.

“Selama ini, alat EWS tersebut menjadi andalan warga untuk melakukan kewaspadaan dan siaga akan bencana banjir,” ujarnya.

Ketika sirine EWS mulai menyala, ujar Herdis, artinya elevasi air di Sungai Bengawan Solo sudah tinggi. Menurutnya, ketika air Bengawan Solo tinggi, otomatis air dari anak sungai tidak bisa masuk sehingga anak sungai juga rawan meluap dan terjadi banjir.

Herdis mengatakan. khusus untuk EWS di Nusupan, Desa Kadokan, beberapa hari lalu sempat berbunyi sebagai peringatan ke warga akan bahaya banjir. Saat itu sirine berbunyi karena debit air Sungai Bengawan Solo naik signifikan setelah hujan deras. Namun, saat itu air belum masuk ke rumah warga karena mencapai halaman rumah.

“Karena pentingnya keberadaan EWS tersebut, kami minta semua pihak membantu melakukan perawatan. Pasalnya, jika alat rusak tidak bisa memberikan peringatan dini pada masyarakat,” tandasnya.

Terpisat, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Sri Maryanto, mengatakan jika BPBD Sukoharjo terus siaga akan kemungkinan terjadinya bencana di Sukoharjo. Baik itu bencana banjir, tanah longsor, maupun bencana angin kencang.

“BPBD sudah melakukan pengecekan kondisi EWS di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo dan semuanya dalam kondisi baik,” ujarnya. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar