Rasanya Maknyus Lho..., Apem Sewu Dikembangkan sebagai Oleh-oleh Khas Solo

Apem Sewu Bibimia Saat Dipamerkan Dalam Expo UKM Solo 2021

KBRN Surakarta :  Masyarakat  Jawa, Solo khususnya tentu mengenal makanan kue tradisional apem.

Cemilan tempo dulu ini, biasanya hanya disajikan pada momen-momen tertentu saja, misalkan saat tradisi ruwahan atau unggahan malam jelang bulan puasa,

Bagi sebagian masyarakat ada yang menggunakan apem untuk  acara-acara khusus seperti Grebeg Apem Sewu di Kampung Sewu  Jebres Solo.

Warga setempat  menggelar kegiatan tersebut setiap bulan Nopember, sebagai tradisi permohonan agar daerah yang berada di pinggir Bengawan Solo tidak terjadi banjir.

Sudah sekitar 4 sampai  5 tahun terakhir, awalnya difasilitasi pemerintah Kalurahan, masyarakat kampung Sewu mencoba mengembangkan apem menjadi oleh-oleh khas Solo.  Salah satu yang bertahan adalah Apem Sewu  Bibimia.

Menurut owner  Apem Sewu Bibimia, Stefanus Danang Rusdi Wijaya. kue apem yang diproduksi masih mempertahankan rasa jaman dulu alias jadoel warisan nenek moyang yang berbahan  : tepung beras, santan, telur, daun pandan, gula aren dan tape singkong.

“ Namun dikemas dengan konsep  kekinian, sehingga menarik.  Selain itu masyarakat  juga toping bisa memilih yang orisinil dengan irisan kelapa atau toping  varian lain seperti kismis dan keju, “ kata Danang kepada RRI di sela-sela kegiatan Solo Expo 2021 di Sopar Mall, Jumat (03/12/2021).

Danang lebih lanjut mengatakan, Sebenarnya dari pihak kalurahan dulu warga banyak warga  diajak mengembangkan apem sebagai snack harian dan oleh-oleh. Namun  saat ini hanya dia dan istrinya yang berminat fokus , yang lain membikinnya baru ada pas kirab.

“Prospek selama ini lumayan bagus, meski belum terlalu tinggi penjualan, namun mulai banyak dikenal.  Rata-rata memang dari luar Kota, dulu orang Solo merantau trus pulang kangen dengan apem yang rasanya seperti dulu, mereka pesen ke kita, “ ungkapnya

Saat mencicicpi dan kemudian membeli apem sewu , Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kota Surakarta, Arif Handoko memuji cita rasa apem yang masih sama enaknya dengan rasa asli. Bahkan lebih empuk dan punya banyak varian.

“Rasanya luar biasa, ini makanan jadoel, saya kecil hanya ada apem kalau menjelang  ruwahan. Saya  berharap ini bisa masuk ke pusat perbelanjaan agar UMKM di Solo bisa meningkat syukur bisa untuk terbawa oleh-oleh tamu datang sebagai makanan khas Kota Solo, “ puji Arif Handoko.

Apem Sewu Bibimia dijual dengan harga 35 ribu rupiah untuk 1 doos isi 10 dengan toping kelapa, dan 40 ribu untuk toping variasi. Pada awal dikembangkan sebenarnya sudah masuk ke toko oleh-oleh, namun saat pandemi hanya pre order, melayani masyarakat yang memesan terlebih dahulu baru dibuatkan. (Wiwid Widha)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar