Operasi Yustisi Gabungan di Sukoharjo Kota , 8 Warga Kedapatan Belum Vaksin

KBRN Sukoharjo : Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Sukoharjo Kota gelar operasi yustisi gabungan di Kawasan Alun-alun Satya Negara, Minggu (28/11) pagi.

Setidaknya 8 warga tidak mengenakan masker dan ternyata belum mendapatkan vaksinasi.

Hari masih gelap dan berkabut, numun suasana alun-alun Satya Negara Sukoharjo sudah ramai dengan para pedagang dan warga yang berolah raga.

Dilain tempat, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Sukoharjo yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tengah menggelar apel pagi di halaman kantor kecamatan.

Camat sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Sukoharjo Kota Havid Danang mengatakan bahwa operasi yustisi gabungan diikuti oleh TNI/Polri, Puskesmas Sukoharjo, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sukoharjo. Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan sekaligus sosialisasi PPKM Darurat Level 3 yang bakal diberlakukan lagi mulai 24 Desember 2021 mendatang.

"Hadir langsung Komandan Koramil 01/Sukoharjo Kapten Inf. Kurniawan, Kapolsek Sukoharjo AKP Marlin, Kepala Puskesmas Sukoharjo Kunari Mahanani. Serta sejumlah personel TNI, Polri, Nakes, Satpol PP dan Dinas Perhubungan," kata Camat Sukoharjo Kota Havid Danang, Minggu (28/11).

Menurut Havid, kawasan alun-alun Satya Negara menjadi sasaran operasi yustisi karena setiap hari minggu menjadi aktifitas warga layaknya Car Free Day. Banyak warga melakukan aktifitas berdagang, olah raga dan wahana permainan anak.

"Kegiatan ini menjalankan instruksi pimpinan, bahwasannya menjelang diberlakukannya PPKM Level 3 pada 24 Desember mendatang harus di sosialisasikan kepada masyarakat," kata Havid sambil menyantap soto seger kidul proliman.

Lebih lanjut dikatakan Havid, dengan menggunakan pengeras suara, Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Sukoharjo berkeliling alun-alun melakukan sosialisasi PPKM Darurat Level 3. Bahwasanya, pada pemberlakukan itu, kawasan alun-alun harus steril dari kegiatan masyarakat.

"Kawasan alun-alun harus steril dari aktifitas jual beli pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022, baik pagi, siang, sore dan malam," katanya.

Dalam operasi yustisi itu, warga yang kedapatan tidak memakai masker diberhentikan petugas. Sejumlah warga mulai yang berolahraga, pengemudi bus, pedagang langsung dilakukan swab PCR.

"Ada 28 orang yang kita swab antigen hasilnya semua negatif," ungkapnya.

Selain itu, ada 8 warga masyarakat yang saat di swab antigen mengaku belum mendapatkan vaksinasi. Saat itu juga, tenaga kesehatan dari Puskesmas Sukoharjo dibawah pimpinan dr. Kunari Mahanani langsung menyuntikan vaksin.

"Yang 8 belum di vaksin, langsung kita vaksin," katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota Kunari Mahanani mengatakan bahwa 8 warga tersebut, hanya 2 dari warga Sukoharjo. Sisanya merupakan warga luar Sukoharjo.

"1 warga Jetis, 1 warga Sukoharjo. Lainnya warga daerah sekitar Sukoharjo," ungkapnya.

Menurut Kunari, vaksin yang diberikan jenis sinovac. Kemudian, 28 hari setelah mendapatkan vaksin, yang bersangkutan diagendakan mendapatkan vaksin dosis 2 di Puskesmas Sukoharjo kota. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar