Bantuan Perumahan di Solo Diduga Salah Sasaran, Siap-siap Diaudit Gibran

Walikota Gibran Rakabuming Raka saat memberikan keterangan pers di Balaikota Surakarta.

KBRN, Surakarta: Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka bergerak cepat menelusuri Program Bantuan Sosial Perumahan Swadaya (BSPS) yang diduga salah sasaran. Gibran bakal memberikan sanksi tegas kepada oknum yang main-main dengan penyaluran bantuan rumah tidak layak huni (RTLH).

Gibran meminta inspektorat melakukan penelusuran bantuan yang seharusnya untuk merehab RTLH, justru diberikan kepada pihak yang tidak tepat. 

"Salah sasaran itu baru kami telusuri di Mojosongo dan Sabrang lor ini baru ditelusuri Inspektorat. Kalau bener salah sasaran kita tindak lanjuti kemarin udah dicek inspektur," tandas Gibran saat dijumpai wartawan di Balaikota Surakarta, Jumat (26/11/2021).

Berdasarkan temuan di lapangan penerima justru orang mampu dan digunakan untuk pembangunan kamar rumah lantai dua. Dari hasil temuan komisi IV beberapa penerima tidak tepat sasaran. 

Salah satunya di Mojosongo dan perlu menjadi catatan. Antara lain, ada rumah baru selesai dibangun dengan konstruksi beton, sudah jadi, tinggal pasang plafon, namun pemilik rumah mendapatkan bantuan. 

Gibran menegaskan apabila kedepan ditemukan adanya pelanggaran, kelalaian, atau bahkan kesengajaan dalam proses verifikasi itu, semua pihak yang terkait akan diberi sanksi sesuai kelalaian atau pelanggaran masing-masing.

"Kita telusuri dulu pie kok iso nompo (kenapa bisa terima) kan bangunan dua lantai. Sanksi ya kabeh wes (kalau benar terjadi)," ujar Putra Sulung Presiden Jokowi itu.

Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Ahyani mengatakan bahwa program Bantuan Sosial Perumahan Swadaya itu merupakan program bantuan untuk penanganan rumah tidak layak huni yang proses verifikasinya dilakukan dari pusat. Sementara untuk bantuan salah sasaran yang sedang disoal oleh Komisi IV akan dicek ulang oleh Disperum KPP.

"Assessment dan verifikasinya kan dari pusat. Jadi hari dicek ulang dulu dengan data pemkot minimal cek dan diverifikasi dari dinas," kata dia di Balaikota.

Ahyani mengatakan bahwa program tersebut merupakan salah satu langkah untuk penyelesaian permasalahan RTLH di Solo yang anggarannya bisa dari pemerintah maupun dari swasta. Jumlah bantuan ini bisa menyentuh ribuan sasaran tiap tahunnya. 

Soal besaran bantuan untuk rehab rumah itu, Sekda memastikan bahwa besaran dana yang diberikan berbeda antara program satu dengan yang lainnya. Begitu juga dengan proses penyalurannya karena ada yang diberikan tunai namun ada juga yang diberikan pula dalam bentuk barang (bahan bangunan). 

"Kalau soal besaran dananya berbeda-beda, dan apakah akan diberikan dalam bentuk uang atau dalam bentuk barang. Nanti kita cel lagi, harus diberikan ke yang lebih membutuhkan," tutup Ahyani. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar