Universitas Sebelas Maret UNS Solo Membekukan Sementara Menwa

KBRN Surakarta : Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo membekukan sementara Resimen Mahasiswa (Menwa).

Hal itu dilakukan setelah banyaknya  tuntutan dari masyarakat maupun kampus  atas meninggalnya salah satu mahasiswa saat mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar Resimen Mahasiswa Diklatsar Pra Gladi Patria 36 Menwa Gilang Endi Saputra (21) Minggu 24 Oktober 2021 lalu.

Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS Sutanto kepada wartawan Rabu ( 27 /10/2021 ) mengatakan terkait tuntutan itu pihak kampus melakukan gerak cepat terkait dengan pencarian data dengan membentuk Tim evaluasi sesuai dengan aturan kampus.

Tim evaluasi itu terdiri atas unsur hukum, Kedokteran, tokoh aktif dalam pembinaa organisasi mahasiswa  (Ormawa), yang telah bekerkaja mengumpulkan data data dan kronoloogi terkait Diklatsar menwa.

“ Kami merespons itu semua dengan membentuk tim evaluasi sesuai peraturan di tempat kami, Tim evaluasi sudah mulai bekerja ,paling tidak kegiatan menwa sudah dibekukan sementara jadi kantor menwa  ditutup  hal ini untuk mendukung proses penyidikan akepolisian,” ujar Sutanto.

Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS Solo Ahmad Yunus menambahkan pihaknya telah mengirim surat keterangan resmi terkait kronologi kejadian atas meninggalnya mahasiswa peserta Diklatsar Menwa ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Hingga saat ini masih menunggu hasil resmi  aotopsi dari kepolisian dan Persoalan ini diserahkan sepenuhnya ke kepolisian apakah itu dugaan kekerasan atau kecelakaan biasa.

“ Hasil outopsi kami masih menunggu hasil resmi dari kepolisian dan hasilnya nanti akan kita bahas bersama dengan pihak berwajib, apakan kematian disebabkan adanya dugaan kekerasan atau tidak,” ungkap Yunus.

Pada hal lain Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ade Syafri Simanjuntak mengatakan setelah dilakukan otopsi dari hasil pemeriksaan fisik luar terdapat luka memar dibeberapa bagian tubuh kurban seperti di pelipis, punggung kanan kiri dan tangan .

“ Berdasarkan hasil otopsi pemeriksaan fisik luar jenazah kedapatan memang nampak beberapa luka memar di beberapa bagian tubuh kurban namun secara detail dari hasil otopsi yang akan menyatakan penyebab dari kematian itu masih menunggu hasil tim Forensik dari RSUD dr Muwardi yang di dampingi dari DokKes Polda Jateng,” tandas Ade Syafri.

Terkait kasus tersebut polisi memeriksa sejumlah saksi 18 orang saksi diperiksa salah dan di dukung dengan alat bukti lainnya diharapkan dalam pekan ini akan terungkap.

“ Kami sudah menetapkan banyak saksi, semua kami mintai keterangan, namun sampai saat iini polisi belum menetapkan tersangka,” tukasnya. (Siti/EP)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00