Wow...Fantastis Harga Kambing Etawa Di Klaten

KBRN, Klaten : Perkembangan peternak kambing jenis etawa di lereng Merapi Kemalang Klaten semakin berkembang terutama oleh generasi muda. Begitu juga populasi kambing jenis tersebut juga semakin banyak.

Perkembangan peternak kambing jenis etawa tersebut terjadi dalam sekitar empat tahun terakhir.

Selain itu dalam dua tahun terakhir harga kambing juga cukup tinggi, tidak hanya puluhan akan tetapi hingga ratusan juta rupiah per ekornya.

Ketua Paguyuban Kambing Etawa Lereng Merapi Kemalang Klaten Gatot Winarso mengatakan pihaknya terus memperkenalkan kepada masyarakat untuk dapat beternak kambing etawa tersebut. Salah satunya melalui gelaran nyencang bareng atau semacam kontes kambing etawa.

‘Ini tajuknya nyencang bareng memperkenalkan kepada warga masyarakat di sekitar Kemalang, umumnya Klaten untuk bisa beternak kambing etawa,” ungkap Gatot Winarso kepada wartawan Minggu (23/10/2021)

Ketua pagyubuan Mendo Lembah Merapi ini mengatakan tujuan pertemuan itu adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat karena harga kambing jenis tersebut sukup fantastis. Selain itu juga sebagai persiapan kegiatan nasional kontes kambing etawa di Temanggung 31 Oktober mendatang.

“Kalau yang biasa harganya kisaran antara 6 sampai 10 juta, klau sudah kelasnya kontes 30-an sampai ratusan juta,” kata Kepala Desa Sidorejo ini. 

Sedangkan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Ketahanan pangan dan Perikanan Kabupatren Klaten Triyanto mengatakan peternak etawa di Kemalang ini cukup banyak. Kambing secara ekonomi banyak fungsi antara lain diambil susunya, daging maupun kontes. Kambing dengan ciri leher panjang dan badan tinggi ini akan dijadikan komuditi unggulan untuk di Kemalang.

“Ada yang untuk daging, susu dan kontes.bEtawa ini nantinya akan kita jadi komoditi unggulan di Kemalang karena banyak peternak bagus di wilayah Kemalang,” kata Triyanto.

Keberadaan Mendo Lembah Merapi tersebut sudah cukup lama di 

wilayah Kemalang. Ditargetkan 2022 wilayah ini ada surat keterangan layak bibit SKLB.  (Adam Sutanto /WW)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00