Deklarasi Partai Kedaulatan Rakyat, Siap Hitamkan Solo.

KBRN Surakarta : Setelah melalui perjalanan panjang  “Tikus Pithi Hanata Baris” selama kurang lebih 3 - 4 tahun untuk belajar berdemokrasi dan berpolitik termasuk mengusung calon  dari jalur perseorangan dalam Pilkada Kota  Solo 2020,  organisasi masyarakat memutuskan untuk bertransformasi menjadi sebuah partai politik.

Pada 18 Agustus 2021 lalu di Solo Baru  mereka mendirikan Partai Kedaulatan Rakyat  (PKR) dengan Ketua Umum Tuntas Subagyo dan Sekjen Sigit Prawoso dilenggkapi 54 anggota Dewan Pengurus Pusat.

Dalam konferensi pers di salah satu Resto, Ketum Tuntas Subagyo menyatakan, alasan untuk beralih ke Parpol karena ingin lebih menasional dalam birokrasi maupun kancah demokrasi.

"Independen kan berat ya memenuhi untuk masuk persyaratan calon independen. Ibarat kran itu dibuka separo thok, adanya aturan itu kita menganggapnya seperti diculke siarahe ning digoceki buntute. Sehingga kita sekarang ini menjadi partai politik bisa menjadi lebih besar dan punya potensi yang lebih  untuk masuk di birokrasi atau demokrasi Indonesia, "ungkap Tuntas Subagyo kepada wartawan, Senin (25/10/2021).

PKR saat ini baru berjuang untuk bisa lolos verifikasi sebagai partai politik di Kementrian Hukum dan HAM. Persyaratan memang cukup berat harus memenuhi kengurusan di 34 propinsi, 75 % Kabupaten dan 50 % Kecamatan di Indonesia.

Sekjen Sigit Prawoso mengungkapkan, kendatipun syarat cukup berat pihaknya tetap optimis bisa lolos. Pasalnya baru 2 bulan operasional saja sudah saat ini terbentuk kepengurusan di 19 Propinsi.

"Perkembangan PKR partai baru 2 bulan hasil inventarisasi kepengurusan di Pusat, dari 34 propinsi diselesaikan 19 propinsi. Kami akhir Desember optimis 34 propinsi diselesaikan, sehingga harapannya dapat menjadi peserta Pemilu 2024," kata Sigit.

Menurut rencana Deklarasi Partai Kedaulatan Rakyat digelar 28 Oktober 2021di salah satu hotel Kota Solo dengan mengundang 60 tokoh nasional dan daerah. Sebenatnya akan diselenggarakan secara bedar-besaran.  namun karena kondisi pandemi, kegiatan tersebut hanya terbatas dihadiri 200 orang.

Tagline “Hitamkan Solo” tetap akan diujudkan dengan memasang bendera PKR   berwarna hitam dengan simbol garuda emas di seluruh penjuru Kota Solo. (Wiwid Widha)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00