Bupati Sukoharjo Buka Konfercab IPNU dan IPPNU, Perkembangan Teknologi Dimanfaatkan Dengan Baik

KBRN Sukoharjo : Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) VII di SMPIT Al Anis Kartasura, Minggu (24/10/2021).

Konfercab tersebut dibuka oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, yang berpesan agar IPNU dan IPPNU memanfaatkan perkembangan teknologi dengan baik.

“IPNU dan IPPNU diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan bangsa Indonesia,” ujar Etik.

Menurutnya, IPNU dan IPPNU sebagai organisasi dibawah naungan Jamiyyah NU merupakan tempat berhimpun, wadah komunikasi, aktualisasi dan merupakan bagian integral dan potensi generasi muda secara utuh.

Oleh karena itu, keberadaan IPNU dan IPPNU memiliki posisi strategis sebagai wahana kaderisasi pelajar NU dalam menempatkan sumberdaya insani yang vital.

Etik juga berharap semua kader IPNU dan IPPNU disemua sektor agar tidak meninggalkan teknologi, cerdas bermedsos, dan menyongsong akselerasi perkembangan teknologi dengan baik.

“Konfercab ini dapat dijadikan sarana untuk melakukan refleksi, evaluasi sekaligus proyeksi ke depan dalam meningkatkan peran IPNU dan IPPNU berkhidmah bagi agama, bangsa dan negara,” kata Bupati.

Selain itu, lanjut Etik, Konfercab juga sebagai ajang memilih pengurus yang memiliki loyalitas tinggi, tulus, dan ikhlas dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Selain itu, juga pengurus yang mampu menyusun program-program yang dapat membawa kemajuan bagi organisasi dan bermanfaat bagi seluruh umat khususnya di Kabupaten Sukoharjo.

Sedangkan Ketua PCNU Sukoharjo, Khomsum Nur Arif, mengatakan bahwa konfercab menjadi sarana sebagai bentuk evaluasi dan memilih pengurus yang akan memimpin kedepan. IPNU dan IPPNU memiliki peran sangat penting.

“Manfaatkan dan pergunakan momen konfercab ini dengan baik. Masih banyak tugas dan tantangan kedepan yang sudah menunggu,” katanya.

Khomsun menambahkan, salah satu tugas dan tantangan kedepan yang dihadapi pengurus IPNU dan IPPNU adalah pembentukan pengurus ranting di 167 desa dan kelurahan di Kabupaten Sukoharjo.

Pasalnya, saat ini baru terbentuk dua pengurus ranting sehingga masih ada 165 pengurus ranting IPNU dan IPPNU yang belum dibentuk. (Edwi/Ril)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00