Wawali Solo, Buka Pasar Seni dan Budaya di Taman Balekambang

KBRN Surakarta : Selama tiga hari mulai 24 Oktober sampai 26 Oktober, Pasar Seni dan Budaya dibuka kembali di Taman Balekambang Surakarta.

Selain kegiatan seni dan budaya, beberapa produk UMKM juga ditampilkan dalam kegiatan tersebut yang diikuti oleh lebih dari 20 UMKM.

Di sela-sela meninjau stand seni dan UMKM usai secara resmi membuka agenda Pasar Seni dan Budaya tersebut, Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa mengatakan, ivent Pasar Seni dan Budaya tersebut sebagai ajang para pelaku di komunitas seni dan budaya untuk mengekspresikan diri setelah hampir dua tahun tidak ada kegiatan karena pandemi.

Selain juga untuk memperkenalkan produk-produk UMKM kepada kalayak ramai.

Dikatakan Teguh, event Pasar Seni dan Budaya ini baru digelar Cuma tiga hari karena masih dalam ajang uji coba di masa PPKM level 2.

”Ini memang uji coba, karena levelnya masih dua, maka waktunya tidak panjang, hanya tiga hari untuk memasarkan hasil karya mereka supaya masyarakat juga tau, dan ada pertumbuhan ekonomi di masyarakatnya, khususnya para seniman dan budayawan,” ujar Teguh Prakoso.

Sementara itu, Kasubag TU UPT Kawasan Wisata Balekambang Solo Nina Herlina sebagai pihak yang memberi ruang terselenggaranya event Pasar Seni dan Budaya ini mengatakan, target yang ingin dicapai adalah mengangkat kembali usaha-usaha UMKM agar bisa bangkit lagi sekaligus sebagai ajang promosi pariwisata setelah hampir dua tahun sepi kegiatan karena pandemi.

“Untuk semua usaha2 kecil UMKM, kita rangkul mereka biar semua bisa hunting lagi untuk penjualan dan sebagainya, kedua promosi untuk pariwisata karena pariwisata selama PPKM ini kan kegiatannya juga berkurang dan Solo sendiri kan butuh untuk  promosi itu , apalagi ini salah satu kawasan wisata di Kota Solo yang barometer ya.” ujar Nina

Sebagai penutup kegiatan Pasar Seni dan Budaya tanggal 26 esok akan digelar pagelaran Sendratari Ramayana. 

Sementara karena masih dalam PPKM level 2, pelaksanaan event seni dan budaya ini juga menerapkan Prokes yang cukup ketat.

Masyarakat pengunjung yang akan memasuki kawasan Balekambang harus menunjukkan aplikasi Peduli Lindungi atau bukti dua kali vaksin melalui HP mereka masing-masing.

Selain itu, pengunjung maksimal hanya 75 persen saja dari kapasitas Taman Balekambang.(Gono/EP)  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00