Beginilah Jika Para Pelopor Bincang Santai Soal Pangan Berkesinambungan

KBRN, Surakarta : Berbagai pihak yang punya kepedulian bahkan mampu  menghasilkan pangan cukup, berkualitas, bergizi, sehat dan memperhatikan kelestarian lingkungan dan generasi mendatang, diundang secara khusus untuk berbagi pengalaman dalam “Bincang Santai”. Kegiatan tersebut digelar LSM Gita Pertiwi Solo  di salah satu cafe, Kamis ( 21/10/2021 )  dalam rangka memperingati hari Pangan se dunia.

Direktur Prodgram Gita Pertiwi Titik Eka Sasanti memaparkan, peran mereka sangat penting mengingat pada masa pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir 2 tahun membawa dampak pula terhadap persoalan  pangan. Kota Solo. Dari hasil hasil monitoring dan evaluasi RAD Pangan dan Gizi tahun 2021 , angka kemiskinan naik menjadi 9,03%, pertumbuhan ekonomi turun  1,74 %..

Hal ini berdampak pula  pada menurunnya daya beli masyarakat dan konsumsi pangan yang berkualitas/bergizi . Bahkan prevelansi jumlah anak stunting bawah dua tahun (baduta) mengalami kenaikan dari 1,36 % menjadi 1,76%.

“Meskipun angka stunting Solo hanya 3 %, di bawah Jawa Tengah dan Nasional, tetapi pandemi covid ini batuta ( dibawah dua tahun ini) stunting meningkat  0,4 %. Secara tidak langsung ternyata covid ini menurunkan kemampuan dan akses keluarga Solo untuk mengkonsumsi pangan yang beragam, seimbang dan aman,” ungkap Titik.

                                                   

Salah seorang pembicara Jeki Sri H asal Wonogiri berkisah dirinya keluar dai pekerjaan untuk kembali ke Desa mengembangkan pertanian organik seperti : beras merah, beras hitam ataupun beras merah putih. Darisemula dikelola sendiri, kemudian mengadeng pemuda sekitarnya dan terus meluas ke kelompok tani.

Sementara Ketua Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT ) Joyosuran Solo Kusyani juga mengembangkan lumbung pangan di perkotaan lewat menanam cabai, sawi dan ternak ikan lele yang sudah dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, termasuk saat pandemi. Saat ini sudah memiliki 75 anggota, 55 diantaranya aktif berasal dari kelompok anak-anak muda.

“ Hasilnya memang belum maksimal juga. namun cukup untuk masak harian, Bahkan terbukti pada saat pandemi kemarin ada satu blok rumah warga karantina, kita sudah bisa panen  hasil lele, sawi, cabai, sudah bermafaat. Dari situ temen-teman yakin inilah manfaatnya luar biasa terasa langsung. Rasane ati mak nyes, “ aku Kusyani.

Sedangkan pembicara lain  Sukamti dari Kelompok Wanita Tani Ngudi Makmur Kalurahan Joglo Solo, Jatmiko Wakil Kepala Sekolah bidang  Humas SD Muhamadiyah 1 Surakata dan Dyah guru dari SMP 9 yang mengembangkan kantin sehat. Juga hadir Fransisca Romana mewakili dari SD Marsudirini Solo yang mengembangkan tanaman hidroponik.

( Wiwid Widha )

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00