Nikah Siri Bisa Dapat KK, di Solo Sudah Berjalan Sejak 2016

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Surakarta Yuhanes Pramono memberikan penjelasan perihal nikah siri dapat menerima KK.

KBRN, Surakarta: Ungkapan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, tentang pasangan suami istri yang menikah siri bisa mendapatkan kartu keluarga (KK) melalui vlog 7 Oktober lalu viral di media sosial. 

Kementerian Dalam Negeri memang menegaskan, bahwa semua penduduk wajib terdata di dalam kartu keluarga, termasuk bagi yang nikah siri (nikah secara agama) bisa dimasukkan dalam satu KK. Lalu bagaimana program ini berjalan di daerah?

Pasangan suami istri yang menikah siri bisa mendapatkan kartu keluarga (KK) dan anaknya mendapatkan akta kelahiran bukan hal yang baru di Kota Solo.

Ternyata layanan administrasi nikah sirih bisa memperoleh kartu keluarga sudah berjalan beberapa tahun di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pemkot Surakarta. Menurut Kepala Dispendukcapil Surakarta Yuhanes Pramono tak sedikit masyarakat yang telah mengakses layanan tersebut. 

"Kalau kita sih sudah laksanakan 2016. Itu ada kaitannya dengan cakupan kepemilikan akta kelahiran," kata Kepala Dispendukcapil Surakarta Yuhanes Pramono, Selasa (19/10/2021).

Syarat pendaftaran untuk mendapatkan ini ternyata juga cukup mudah. Selain dapat di lihat di aplikasi Dispendukcapil dalam genggaman, pemohon juga hanya membuat surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) kebenaran pasangan suami istri diketahui dua orang saksi. 

"Sekarang ini kan syaratnya udah jelas kalau itu dilengkapi (SPTJM) kan kemudian udah beres. Jadi SPTJM itu manakala ada yang menggugat maka si pembuat yang bertanggungjawab penuh," tandas Yuhanes.

Yuhanes Pramono menjelaskan, semua penduduk itu harus terdaftar dalam KK. Dispendukcapil tidak melihat pada Posisi penduduk itu nikah siri atau tercatat negara. Lanjut Pramono kewajibannya hanya mendata mendaftar dan memastikan masuk dalam KK. 

"Dispendukcapil tidak melihat pada Posisi penduduk itu nikah siri atau sudah tercatat negara. Kewajiban kami hanya mendata mendaftar dan memastikan masuk dalam KK," jelasnya.

Yuhanes menyampaikan, tujuan dari pencatatan di kartu keluarga itu untuk memberikan perlindungan kepada anak. Selain itu juga menjamin hak-hak anak dari orang tuanya karena sudah tercatat dalam KK.

"Kawin belum tercatat karena belum dilanjutkan ke ranah negara kan juga sah. Tapi untuk memberikan perlindungan anak yang lahir. Anak dapat mencantumkan kedua orang tua meskipun ada klausul perkawinan belum tercatat dalam negara. Anak itu akan mendapatkan haknya, mendapatkan akta kelahiran," lanjut dia.

Dengan pasangan nikah siri tetap bisa memperoleh KK, sama seperti pasangan yang tercatat secara resmi di Kementerian Agama diharapkan menuntaskan permasalahan administrasi kependudukan. Yuhanes menyebutkan hingga saat ini 18 persen atau 102.700 warga kota Solo belum memiliki akta kelahiran yang diduga ada masalah orang tuanya nikah siri. 

"Kita akan tuntaskan pembuatan akta kelahiran. Karena masih banyak juga yang belum punya."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00