Produksi Srinuk Sinar di Klaten Belum Optimal

KBRN, Klaten : Pemerintah Kabupaten Klaten  sampai saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan  beras reojolele Sinar dan Srinuk untuk konsumsi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. Hal itu disebabkan karena sebaran penanaman rojolele asli Delanggu  hasil pengembangan teknologi Batan Itu  masih rendah.

Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya mengatakan untuk memenuhi kebutuhan ASN setiap bulannya diperkirakan mencapai lebih dari 92 ton. Namun untuk saat ini baru dapat dipenuhi kurang lebih 20 ton per bulan.

Yoga Hardaya menyebutkan  persoalan saat ini benih padi rojolele masih terbatas dan akan terus dikembangkan.

“Untuk kebutuhan ASN di kabupaten Klaten  itu sekitar 92 ton per bulan dan sekarang baru sekitar 20 ton. Kekurangannya masih nunggu karena untuk benih padi Srinar dan Srinuk  maasih terbatas ,” ungkap Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya kepada wartawan Sabtu (16/10/2021) selesai menghadiri peringatan Hari Pangan Internasional di Delanggu. 

Yoga Hardaya mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Klaten terus mendorong para petani diwilayah itu untuk menanam beras asli Delanggu tersebut agar tetap tetap lestari.

Sedangkan Ketua Perkumpulan penggilingan padi  Kabupaten Klaten Muklis berharap ke depan beras Delanggu untuk segera dipantenkan oleh Pemerintah kabupaten Klaten. Hal itu diperlukan agar  semua wilayah diluar Klaten tidak memakai brand Delanggu.

“Bagaimana beras Delanggu dipatenkan oleh pemerintah Kabupaten Klaten dan tidak semua wilayah di luar Klaten  memakai brand Delanggu,” katanya. 

Sementara sebelumnya  Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klaten Widyati  mengatakan Pemerintah Kabupaten Klaten akan terus  meningkatkan luasan tanaman padi rojolele.

 Diperkirakan untuk tahun 2022 luasan  tanaman padi rojolele di wilayah ini mencapai 300 hektar baik pengembangan maupun mandiri dari para petani.  

( Adam Sutanto /WW)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00