FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Perluasan RSUD Ngipang Solo Dimulai Tahun Depan, PLT Dirut: RS di Kampung Rujukan Nasional

Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka didampingi direksi RSUD Ngipang meninjau fasilitas dan juga pelayanan rumah sakit.

KBRN, Surakarta: Ruang pelayanan rumah sakit umum daerah (RSUD) Ngipang Solo diakui tidak lagi representatif. Manajemen akan melakukan perluasan RSUD ke belakang gedung lama yang dimulai 2022 mendatang.

Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama RSUD Ngipang Niken Yuliani Untari menyampaikan, rencana pembangunan 6 lantai, untuk peningkatan pelayanan. Diantaranya kamar operasi dari 3 menjadi 5 ruang. 

"Karena kebutuhan operasi per hari kami tinggi sampai 20 operasi per hari," ungkap Niken Yuliani kepada wartawan, Rabu (22/9/2021).

Kemudian penambahan kamar perawatan dari sekarang 110 menjadi 198 tempat tidur. Unit Hemodialisa dan juga Unit Gawat Darurat (UGD). Termasuk untuk perluasan Poliklinik untuk menunjang kebutuhan pelayanan karena saat ini kurang memenuhi standar pelayanan masyarakat.

"Sekarang kan memang kurang, ruangan standar masih kurang. Lahan kami 3.942 m2 untuk HD, UGD kan minim banget yang sekarang. Kami bikin lebih sesuai standar lebih bagus. Poliklinik kami perluas di sana karena ruangannya di sini, ruang tunggunya enggak terlalu luas," beber perempuan yang akrab disapa Niken itu.

Niken juga membeberkan RSUD Ngipang saat ini menjadi salah satu RS rujukan tingkat nasional. Khususnya untuk penanganan spesialis urologi.

"RS ini kami urologi jd rujukan tingkat nasional karena saat ini ada rujukan dari Kalimantan, Sumatera. Untuk urologi kami punya ESWL, Siam, Laser untuk batunya, jadi memang kami butuh kamar tambahan," ujarnya.

Sementara itu masalah parkir sampai saat ini masih menjadi kendala RSUD yang didirikan di era Walikota Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo 2012 silam. Minimnya lahan mengakibatkan parkir untuk kendaraan pasien selalu tidak tertampung.

"Dulu persoalan parkir juga, di gedung yang baru kami akan buka lahan parkir ada 80 motor 40 mobil.  Yang di sini dengan di sana , parkiran umpel-umpelan kasihan masyarakat susah naruh kendaraan," sambungnya.

Niken menargetkan perluasan RSUD Ngipang dapat dilakukan tahun depan. Hanya saja pihaknya enggan membeberkan berapa dana yang dibutuhkan untuk membangun gedung 6 lantai tersebut.

Pembangunan didanai kerja sama dengan walikota, kita cari dananya sama-sama. Targetnya 2022 semoga, karena ini sudah direncanakan sejak 2020. Kami sudah menyelesaikan DED, AMDAL Lalin.

Untuk diketahui, untuk pembangunan RSUD, Pemkot Surakarta harus meminjam dana dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebesar Rp 40,5 miliar. Rumah sakit beroperasi akhir 2012 diresmikan FX Hadi Rudyatmo, karena Jokowi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00