FOKUS: #PPKM MIKRO

Ujung Tombak Penanganan Pandemi, Kinerja Satpol-PP Solo Jadi Role Model

Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka memberikan salam komando kepada Anggota Satpol-PP Pemkot Surakarta di Mako Satpol-PP Pedaringan Kecamatan Jebres.

KBRN, Surakarta: Cara kerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Surakarta menjadi role model dalam penegakkan peraturan daerah selama Pandemi Covid-19. Walikota Gibran Rakabuming Raka meminta cara kerja Satpol-PP yang sigap dan humanis terus dipertahankan. 

Untuk diketahui, Satpol-PP menjadi ujung tombak selama Pandemi Covid-19 di Kota Surakarta selain dari kalangan Tenaga Kesehatan (Nakes). Mereka yang intensif melakukan penertiban penegakan aturan prokotol kesehatan dan pembatasan kegiatan masyarakat PPKM. 

Terkadang di berbagai daerah lain, kegiatan penegakkan Prokes identik dengan arogansi bahkan semena-mena terhadap masyarakat. 

Namun kondisi berbeda diterapkan Satpol-PP di Kota Solo, meskipun sigap dan tegas, namun tetap mengedepankan humanisme. 

Bahkan saat apel Hari Pamong Praja yang jatuh pada 8 September dan diperingati di Kantor Satpol-PP Senin (20/9/2021) pagi Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka menyampaikan sanjungan kepada Satpol-PP. 

Gibran mengaku bangga dengan kinerja Satpol-PP Solo, meskipun selalu dihadapkan dengan masyarakat namun tetap santun dan humanis 

"Ya bangga ya , soalnya selain nakes garda terdepan ya satpol pp. Jadi beliau² sudah kerja pagi siang malam, banyak bergesekan dengan warga tapi tetap mengedepankan pendekatan humanis. Itu sangat tidak mudah. Ini sekarang covid belum selesai, beliau belum istirahat semua. Saya sangat mengapresiasi kerja kerasnya," ungkap Walikota Gibran saat dijumpai di sela memimpin apel.

Gibran mengatakan sejak dirinya menjabat Walikota Solo per 26 Februari belum mendapatkan laporan warga perihal arogansi Satpol-PP Solo. Meskipun selama PPKM banyak terjadi gesekan dengan masyarakat namun di Solo tidak ada tindakan yang kasar. 

Gibran ingin cara kerja Satpol-PP Solo ini dipertahankan dalam menegakkan Protokol Kesehatan, mengurai kerumunan dan aturan PPKM sehingga kasus Covid-19 terus melandai.

"Enggak ada, (laporan) yang kasar, yang kayak di kota-kota lain enggak ada. Disini humanis semua. Disini Satpol-PP sabar-sabar semua. Selama PPKM kemarin itu banyak gesekan, pendekatannya humanis kita enggak pingin sampai viral seperti di kota-kota lain. Kalau di Solo humanis semua tapi tetap tegas. Karena tugas pokoknya penegakan perda," tandas Gibran. 

Sementara itu Kepala Satpol PP Pemkot Surakarta Arif Darmawan mengatakan, pentungan dan tameng masih ada sebagi bentuk kesiapsiagaan. Senjata Satpol-PP itu tidak pernah dikeluarkan lagi semenjak Solo dijabat Walikota Joko Widodo lebih dari satu dekade yang lalu. Menurut Arif kinerja Satpol-PP kini mengedepankan pendekatan dan humanis.

"Itu kan spm baliau sampaikan, enggak pakai itu. Kita simpan sebagai kesiapan kita siap. Ada ,tapi enggak pernah kelihatan. Kalau kita eksekusi PKL ya dulu kita bantu kemasi barang-barang tapi sekarang kita tunggu sampai pedagang tutup dan membersihkan sendiri dagangannya," ujar Arif.

Sementara itu sebagai bentuk apresiasi atas kinerja Satpol PP Pemkot Surakarta akan lebih memperhatikan kesejahteraan mereka. Utamanya kelengkapan kantor, armada dan seragam. 

"Bukan bonus, tapi kedepan lebih diperhatikan lagi kantornya, armadanya seragam², satpol pp kota solo jadi percontohan dan role model," sambungnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00