Penatan Kawasan Kumuh Semanggi Harmony Solo Dimulai, Wawali Gempur Bangunan

Wakil Walikota Solo Teguh Prakosa dan sejumlah Pejabat Pemkot meninjau penataan kawasan Kumuh Kampung Mojo Semanggi Harmoni.

KBRN, Surakarta : Kawasan kumuh Kota Solo akan dibenahi secara tahap, dengan prioritas kali ini pada sejumlah RW Kalurahan Semanggi yang menempati tanah negara di Bantaran Sungai Bengawan Solo. Ada 136 Kepala Keluarga yang akan menjadi sasaran di RW 02, 03, 04 dan 05 untuk program Peningkatan Kualitas Kumuh Semanggi Harmony.

Pada acara Land Cleaning, Minggu (19/9/2021 ) Wakil Walikota Solo Teguh Prakosa menggempur tembok salah satu warga dilanjutkan dengan perataan tanah dengan menggunakan alat berat , menandai dimulainya program tersebut. Teguh Prakosa berharap warga tidak bicara untung rugi, namun bisa menerima program penataan tersebut. Apalagi mereka sudah menghuni tanah negara sampai beranak cucu.

“Jangan dibilang wah aku rugi gek wingi 100 meter jadi 60 meter. Jangan bicara untung rugi bapak ibu sekalian, panjenengan wis bathi wis anak putu sekian puluh tahun, wis isoh nglairke putranya dengan menggunakan tanah negara,“ kata Teguh Prakosa.

Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Gunawan Adi Pratio menjelaskan. Untuk tahap awal akan dilakukan penataan sarana prasarana dulu dengan angaran 36 Milyar rupiah bantuan dari Bank Dunia. Setelah itu baru dilakukan penataan rumah. setelah proses sertifikat dari tanah negara ke hak milik selesai.

“Prasarana Sarana Moblitas dulu, kalau rumah minggu sertifikat dulu, nunggu 1 tahun. Kalau ini paling 8 bulan 10 bulan sudah jadi, sarpras, jalan saluran, air limbah, air bersih kapal baito dan lai-lainnya dulu, “ jelas Gunawan.

Setelah penataan lingkungan, sambil menunggu sertifikat tanah, nantinya 136 KK akan dibangunkan rumah ukuran 36/40 masing-masing dianggarkan sekitar 50 juta, selain juga biaya sewa selama proyek dikerjakan, besarnya 5 juta per tahun.

Ketua RT 05 RW 02 Kalurahan Semanggi Nam Kusmadi merasa bersyukur lingkungannya bisa lebih tertata. Apalagi nanti warga juga diperjuangkan bisa mendapatkan sertifikat hak milik.

“Kalau menurut saya itu kebetulan senang, tadi nya kumuh terima kasih bahkan katanya mau dikasih sertifikat sekalian ya kita terima kasih," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00