FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Komisi IX DPR RI Soroti Capaian Vaksinasi Solo, Bandingkan Daerah Lain

FELLY ESTELITA RUNTUWENE, S.E. Fraksi Partai NasDem SULAWESI UTARA.

KBRN Surakarta: Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan dan tenaga kerja melakukan rapat kerja singkat dengan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka di Balaikota, Jumat (17/9/2021).

Salah satu bahasan dalam rapat selain menyerap aspirasi perihal tenaga kerja terdampak Pandemi. Selain itu juga menyoal vaksinasi khususnya untuuk para pekerja dan buruh. 

Dalam diskusi itu salah seorang anggota Komisi IX Abidin yang menanyakan perkembangan vaksin gotong royong di Solo. Kemudian capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Bengawan yang lebih dari 100 persen.

Hal ini dasari paparan Walikota Gibran Rakabuming Raka bahwa capaian vaksinasi di Kota Solo hingga kini sudah lebih dari 104 persen dari target Kementrian Kesehatan 417.151 ribu warga. 

Ketua Komisi IX Felly Estelita Runtuwene menyampaikan apresiasi kinerja Walikota Solo dalam percepatan vaksinasi. Karena banyak daerah yang capaian vaksinasi masih sangat rendah. Lanjut Felly, ketegasan dan kesigapan pemimpin menjadi faktor penentu capaian vaksinasi.

"Ada yang di bawah 30 persen, Sulsel saja belum 40 persen daerah saya. Itu tergantung pimpinan daerah, hal hal seperti ini tergantung pimpinan daerah bagaimana mereka mau jemput bola. Kalau mereka hanya diam diri gak bisa, seperti sini disampaikan tadi Solo luar biasa lebih dari 100 persen luar biasa," jelas Felly kepada wartawan.

Di samping capaian vaksin, Politisi Nasdem dari Sulawesi Utara itu mempertanyakan vaksinasi di daerah itu rendah, padahal stok vaksin selalu dikirim dari pusat. Pihaknya menyayangkan banyak para buruh yang belum tersasar vaksinasi.

"Sudah disampaikan Pak Menkes vaksin untuk satu bulan ke depan ready. Tinggal bagaimana masyarakat kita mau untuk divaksin apa yang kita inginkan untuk terbentuk herd immunity seperti di Kota Solo ini bisa terbentuk," pinta Felly.

Di hadapan rombongan komisi IX Walikota Gibran mengakui capaian vaksinasi sudah 104 persen. Hanya saja untuk Vaksin Gotong Royong hanya sedikit sekitar 4.000 an orang saja, karena sejumlah faktor.

"Untuk vaksin gotong-royong hanya 4.057 yang disuntikkan dan kurang diminati di Surakarta. Sisinya non gotong royong karena ketika vaksin itu disuntikkan ada jeda delay antara pendaftaran dan realisasi eksekusinya. Daripada nunggu lama kita eksekusi dengan vaksin gratis," jelas gibran.  

Gibran menyebut meski capaian vaksinasi covid 19 cukup tinggi, namun tidak semua warga Solo. Banyak masyarakat yang keseharian beraktivitas di Solo juga menjadi sasaran vaksin, seperti pedagang, pegawai, buruh dan beberapa sektor lain.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00