FOKUS: #PPKM MIKRO

Terima Kunjungan Komisi IX DPR RI Walikota Gibran Akui Pengangguran Solo Naik, Dampak Pandemi

Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka melakukan rapat terbatas dengan rombongan Komisi IX DPR RI di Balaikota Surakarta.

KBRN Surakarta: Rombongan Komisi IX DPR RI yang dipimpin Dr. Nihayatul Wafiroh, MA melakukan rapat terbatas dengan Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, dan berbagai stakeholder di Balaikota Jumat (17/9/2021). Gibran pun menjawab tuntas Soal pengawasan dan perlindungan pekerja buruh yang ter-PHK dan dirumahkan akibat Pandemi Covid 19 di Kota Surakarta.

Walikota Gibran menjelaskan, banyak sekali sektor-sektor non esensial yang sangat terdampak kebijakan PPKM. Bahkan tingkat pengangguran terbuka di Kota Surakarta naik di 2020, sebelumnya di 2019, 4,18 % naik menjadi 7,92 %. Dari 100 penduduk terdapat 8 warga yang menganggur. 

“Ini bahaya sekali, makanya prioritas dari Dinas Tenaga Kerja adalah pengentasan pengangguran dan juga peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja di Kota Surakarta," tandas Gibran dihadapan komisi IX DPR RI.

Peningkatan SDM dilakukan di BLK, misalnya pelatihan barista jamu, strategi untuk upscaling dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan diantaranya shopee campus, pelatihan reskilling untuk buruh pabrik rokok dengan anggaran DBHCHT.

Selama PPKM, banyak sekali hambatan antara lain integrasi yang solid dengan masalah pengangguran dan tenaga kerja yang melibatkan akademisi, bisnis dan pemerintah. 

“Pengangguran merupakan cross cutting issue yang tidak bisa diselesaikan satu lembaga saja. Misalkan kunjungan Menteri Pendidikan ke Solo melakukan sinergitas dengan dunia industri di dalam penyusunan kurikulum pelatihan dan mengupayakan peningkatan kapasitas guru dengan membangun sinergitas dengan unsur lembaga swasta dan SMK sebagai workplace,” terangnya.

Walikota telah meresmikan sekolah koding, sekolah multi media dan digital marketing. Sekolah – sekolah tersebut sangat penting untuk menjawab tantangan zaman lantaran banyaknya keluhan kalau SMK adalah sekolah pencetak pengangguran. “Kami dibantu antara lain Sinar Mas, Astra, Indofood, Barito dan Djarum,” ucapnya.

Pemerintah Kota Surakarta juga memaksimalkan job canvasing tidak hanya di perusahaan di wilayah sendiri, namun juga luar kota ( Solo Raya ). Pelatihan juga diberikan pada pekerja di kabupaten – kabupaten eks Karesidenan Surakarta. "Penekanan end result dilakukan ke arah wirausaha," ujarnya.

Jumlah tenaga kerja di Kota Surakarta sektor formal sampai dengan Juni 2021 sebanyak  330.431. Buruh yang terdampak covid 19 sekitar 2569 0rang. Dengan rincian, buruh yang dirumahkan sejumlah 2640 orang dan 109 orang diputus hubungan kerjanya. 

Pemerintah Kota Surakarta menurut Gibran memiliki kebijakan pemberian bantuan sosial yang ditangani oleh Dinas Sosial.

Pimpinan diskusi yang juga Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh membuka pertanyaan dalam agenda diskusi acara kunjungan kerja tersebut. Pertanyaan datang antara lain dari Abidin anggota Komisi IX, Kemenaker, Dirjen PHI, BPJS Tenaga Kerja dan Kepala Disnaker Provinsi.

Walikota juga menjawab diskusi tersebut dengan menyatakan capaian vaksinasi di Kota Surakarta, per 16 September 2021, 104 % warga sudah tervaksin. Herd immunity sudah terbentuk. 

"Dan kami sudah tidak sabar lagi ingin segera melakukan treatment – treatment khusus dan strategi untuk melakukan percepatan ekonomi di Kota Surakarta,” kata Gibran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00