Isolasi Terpusat Terkesan Dipaksakan

KBRN, Surakarta : Isolasi terpusat bagi suspect terpapar covid-19 yg dilakukan di Kota Solo, seyogyanya tidak dilakukan serta merta ketika diketahui positif, langsung diangkut. Perlu beberapa pertimbangan, menyangkut gejala sakit yang diderita, kondisi rumah, dan daya dukung lingkungan, untuk diizinkan idolasi mandiri di rumah masing masing.

"Sebaiknya, dilakukan pengecekan terlebih dahulu bagi pasien terpapar yang tanpa gejala, untuk isolasi mandiri di rumah, apabila kondisi rumahnya memenuhi syarat," kata Putut Gunawan, sekretaris Fraksi PDI Perjuangan, DPRD Kota Surakarta kepada RRI, Sabtu (31/7/2021).

Putut Gunawan yang juga Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta lebih lanjut mengungkapkan, program isolasi terpusat sekarang ini terkesan dipaksakan sehingga justru tidak menumbuhkan kesadaran untuk melakukan isolasi secara mandiri dan santai.

Di sisi lain, isolasi terpusat yang menggunakan fasilitas gedung sekolah, juga berimplikasi terjadinya kerusakan infrastruktur, terutama taman sekolah, serta kotornya lingkungan sekolah.

"Padahal, September nanti ada kegiatan nasional di beberapa sekolah, yakni Assesmen Kemampuan Nasional (AKN) sejenis Ujian Nasional untuk beberapa rombel yang menjadi sampel. Dan harus dilakukan di sekolah," kata Putut.

Saat ini isolasi terpusat Kota Surakarta dilakukan Asrama Haji Donohudan (propinsi), Hotel IBIS (berbayar), Solo Techno Park, SMPN 8, SMPN 25, SMPN 6, SMPN 15, SD Cemara Dua, SD Panularan, dan SD Cengklik. Dengan kapasitas total 1001 tempat tidur, di luar Asrama Haji Donohudan.

(Wiwid Widha )

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00