Youtuber ini Lakukan Edukasi Lewat Konten Positif

KBRN, Surakarta: Popularitas platform berbagi video seperti YouTube yang kian meningkat dari tahun ke tahun, tak dilewatkan konten kreator untuk mengunggah konten edukatif. Salah satunya dilakukan konten kreator YouTube asal Solo, Danar Agus Widanarko.

Danar mengatakan dalam setiap kreasinya ia selalu menyisipkan pesan yg inspiratif. Saat mengunggah video tentang penyuluhan narkoba misalnya dengan cara unik seperti memakai kostum super hero hingga tokoh pewayangan di kanal youtube miliknya.

"Sejak dulu, karena saya penyuluh narkoba jadi saya sering ngaplut waktu saya nyuluh narkoba dengan caara unik-unik. Karena penyuluhan dengan cara unik, lebih mengena pakai edutaiment, nah dari situ sering tak upload karena orang-orang biar seneng mempelajari narkoba dengan cara asik," jelasnya kepada RRI, Kamis (29/07/21).

Danar menambahkan, dirinya juga selalu menjalin kerjasama dengan media arus utama agar lebih mudah dalam menyasar dan menginspirasi masyarakat.

“Kolaborasi media, jadi kontenpun bukan hanya di sosial media, tapi dulu sebelum sosial media merebak, aku jalin hubungan manis dengan media. Jadi wartawan itu tempat bukan hanya memunculkan, tapi aku juga butuh mereka untuk menampilkan aksiku, bukan untuk pamer tapi untuk menginspirasi orang lain,” ungkapnya.

Sementara, salah satu Konten Kreator transportasi kereta api, Wahyu Dhani Setyawan mengatakan bermula dari hobi kemudian ditekuni, dalam setiap unggahan videonya selalu menyelipkan penjelasan sekaligus mengedukasi

"Selain untuk hobi, kami juga mengedukasi kepada masyarakat tentang kereta api. Jadi, masyarakat yang belum tahu tentang kereta api, kita ikut mengedukasi, ngasih tahu," jelas Dhani.

Kontennya beragam, antara lain tentang keselamatan pada perlintasan kereta api, sejarah kereta api, dan video perjalanan kereta.

“Misalnya kalo melihat perlintasan (kereta) itu harus mendahulukan kereta. Terus jangan main-main dekat rel, jangan suka melempar batu ke kereta api yang melintas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dhani menambahkan, jika dahulu sebelum era informasi terbuka, jurnalistik hanya bisa dilakukan wartawan. Namun, sekarang semua warga bisa membuat laporan informasi, sehingga jurnalistik tidak akan mati walaupun tidak dilakukan wartawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00