FOKUS: #PPKM MIKRO

Sejumlah Perusahaan Otobus (PO) Bus di Kota Surakarta Keluhkan Sepinya Penumpang

Loket penjualan Tiket Bus di Terminal Tirtonadi

KBRN, Surakarta: Sejumlah Perusahaan Otobus (PO) Bus di Kota Surakarta mengeluhkan semakin sepinya okupansi penumpang, dengan perpanjangan kebijakan Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Sales Agent PO Laju Prima, Hartanto, Selasa (27/07/21) meski penumpang sepi dan terjadi penurunan hingga 75 persen, pihaknya tidak melakukan pembatasan armada seperti dulu.

"Lain kalo dulu, dulu kan memang armadanya dibatesi. Kalo sekarang kan bebas cuman aturannya diperketat. Penumpangnya harus pake surat-surat kesehatan, supirnya juga gitu. Ya berkurang, paling gak 50 persen 75 persen," jelasnya kepada RRI.

Hanya saja pihaknya lebih memperketat aturan persyaratan pada penumpang seperti yang sudah ditetapkan pemerintah. Terlebih, saat ini pemberangkatan penumpang mayoritas hanya yang memiliki keperluan mendesak saja.

“Ya biasa, aturan dari pemerintah kan bisa berangkat, penumpang pake sarat-sarat pake (swab) antigen. Jadi otomatis penumpangnya juga berkurang. Karena kalo gak butuh sekali kan ak ada pemberangkatan penumpang. Ya kalo perlu sekali ya harus begitu. Karena kalo gak butuh sekali (penumpang) gak berangkat.” ungkapnya.

Senada, Sales PO Hiba Putra, Agil Dwi Prabowo meski okupansi penumpang turun, pemberangkatan bus masih normal.

"Normal cuman penumpang harus pake surat-surat antigen dan surat vaksin," ujarnya.

Tetapi terkadang penumpang masih merasa takut untuk mengurus kelengkapan surat-surat seperti tes antigen dan vaksinasi.

“Tapi ya kadang penumpang pada takut. Okupansi penumpang (saat ini) turun lah. Kan pasti pada takut mas. Ya (penurunan) hampir 30-40 persen.”

Mayoritas PO bus terjadi penurunan okupansi penumpang rata-rata 50 persen setiap harinya. Sementara, saat perjalanan menggunakan bus, antara lain dipersyaratkan membawa surat hasil tes swab antigen atau PCR, surat vaksin, dan pembatasan jumlah penumpang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00