Kisah Salim, Tak menyangka Diberangkatkan Haji Saudaranya

H Salim

KBRN, Surakarta: Menunaikan ibadah haji ke tanah suci merupakan impian umat muslim di seluruh belahan dunia tak terkecuali Indonesia. Bisa memenuhi panggilan Allah SWT untuk menunaikan rukun islam kelima tersebut merupakan anugerah yang tak dapat dinilai dengan apapun.

Seperti halnya dirasakan Salim warga Kurung, Ceper, Klaten yang bisa menunaikan haji pada 2004 lalu dan pengalaman tak ternilai itu masih terngiang di pikirannya hingga kini. Profesinya yang hanya seorang petani seakan membuatnya tak menyangka bisa menjalankan ibadah haji.

"Pak salim, sebagai petani. Sekitar tahun 2004. Ya gak nyangka, (dulu) ada saudara yang naikin haji. Ya tiba-tiba wong gak ada rencana sama sekali," ungkapnya kepada RRI, Kamis (22/07/21).

Dengan rasa haru dan bahagia, Salim mengaku menunaikan ibadah haji kala itu bagai mendapat durian runtuh, lantaran dirinya sejak awal tak memiliki persiapan apapun untuk bisa menjalankan ibadah haji. Hanya bermodal tabungan seadanya dan dengan bantuan saudaranya secara penuh, ia akhirnya bisa mendaftar dan berangkat haji pada tahun 2004 lalu meski waktu kurang sebulan.“Waktu dulu kan aturan tidak seperti sekarang. Dulu waktu (mendaftar) kurang sebulan bisa,” jelasnya.

Ayah dari 2 orang anak itu mengatakan terdapat momen yang sulit ia lupakan saat menjalani ibadah haji. Seperti halnya momentum pertama menginjakkan kaki ke Gua Hiro’, hingga di atas Jabal Nur. Tangis harupun tak tertahankan dari diri Salim ketika bisa berkunjung dan berdoa di tempat bersejarah itu.

“Ya kalo momen yang tidak terlupakan waktu di Gua Hiro’. Tempatnya enak sekali, sejuk di atas Jabal Nur, suasana itu sejuk. Ya seneng sekali. Sebab gak terbayangkan bisa ke sana,” jelasnya.

Iapun tak dapat menggambarkan perasaannya kala itu, dari haru, rindu dan bahagia bercampur menjadi satu. Hal itu menjadi momen tak terlupakan bagi Salim sat menunaikan ibadah haji. Meski sudah 17 tahun silam ia menunaikan ibadah haji, namun rasa rindu untuk ingin kembali menunaikan haji masih begitu terasa hingga kini. Dirinya hanya berharap bisa kembali menunaikan ibadah haji bersama seluruh keluarga kecilnya.  (Soufi Asegaf/Murni)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00