FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Kasus Solo Terus Naik, Walikota Gibran: Pertimbangan Lockdown Tunggu Rakor Solo Raya

Ilustrasi foto, Kori Kamendungan Keraton Surakarta menjadi ikon kota Solo.

KBRN,Surakarta: Satgas Covid 19 Kota Surakarta melaporkan peningkatan kasus Covid 19 di Kota Solo mulai mengkhawatirkan. Bahkan disebut kondisi terburuk gelombang kedua. 

Angka penambahan setiap hari khusus di Kota Solo ini lebih dari 50 orang, tak sebanding dengan angka kesembuhan. Namun Walikota Gibran Rakabuming mengaku masih mempertimbangkan untuk lockdown karena dampaknya sangat besar. 

Gibran menerangkan, aturan pembatasan kegiatan yang berlaku saat ini masih mengacu pada SE PPKM yang berlaku hingga tanggal 28 Juni 2021 dan belum ada perubahan. Penerapan jam malam untuk Solo, Gibran menjelaskan saat ini masih terus dikaji. 

“Ini masih mengikuti SE yang lama, SE yang baru nanti juga sudah kita godok, tidak banyak yang berubah hanya ada perubahan pengaturan jam malam saja. Kalau seruan lockdown jangan lah, kita perketat prokes nya saja," kata Gibran Selasa (22/6/2022).

Wali Kota  Gibran mengatakan, akan menggandeng kepala daerah di Solo Raya untuk bersama membahas Surat Edaran PPKM Mikro berikutnya. 

Gibran menyebut pembatasan jam malam akan mempengaruhi perekonomian di Solo. Padahal menurut Gibran kondisi perekonomian di Solo mulai beranjak membaik.

"Untuk jam malam kita lihat dulu hasil pertemuan dengan daerah lain. Akan kita ajak untuk menyeragamkan SE. Kalau mengikuti pusat ya pembatasan sampai jam 20.00, tapi keadaan tiap kota beda jadi SE nya juga masih belum saya tanda tangani”, tandas Gibran.

Terpisah Ketua Satgas Covid 19 Surakarta Ahyani mengatakan, outbreak kondisi terburuk gelombang kedua datang lagi, sehingga Pemkot harus mulai penegakan lagi aturan protokol kesehatan. Kemudian harus mulai berkoordinasi dengan daerah sekitar untuk bergerak bersama-sama penyamaan regulasi mengadopsi dari Mendagri dan Gubernur.

"SE nya sama tapi di tataran daerah implementasinya kadang ga sama. Penegakannya siapa, faktanya kan seperti itu," ujar Ahyani Rabu (23/6).

Ditanya rencana pemberlakukan jam malam di Solo, Ahyani menyebut tidak akan menerapkan jam malam, karena pusat tidak mengamanatkan jam malam. Menurutnya kegiatan-kegiatan pelayanan publik, pelayanan kegiatan take away delivery order masih boleh. 

"Termasuk resto juga boleh buka 24 jam tetapi untuk makan ditempat merujuk aturan pusat hanya sampai jam 8 malam. Setelah itu yang beli harus dibawa pulang," katanya.

Ahyani mengatakan kunci dari pengendalian kasus Covid-19 masyarakat harus taat prokes di manapun. Pihaknya mengajak warga ketat prokes dan operasi masker digalakkan lagi. "Pengetatan harus dijalankan lagi," tandas Sekda Surakarta itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00