Atap Pasar Gede Solo Bocor Setengah Tahun Belum Diperbaiki, Pedagang Ngeluh Dagangan Rusak

Tangkapan layar video pedagang, air hujan masuk ke dalam pasar dampak dari atap yang bocor.
Tangkapan layar video pedagang, talang air bocor menyebabkan air hujan masuk ke dalam kios pedagang dan merusak dagangan.

KBRN, Surakarta: Pedagang Pasar Gede Solo mengeluhkan kondisi atap yang bocor di pasar tersebut, sejak setengah tahun terakhir. Air  hujan yang masuk ke dalam los, merusak barang dagangan. 

Informasi yang dihimpun, atap Pasar Gede Solo sisi timur mengalami kerusakan di beberapa titik, hingga bocor saat hujan turun. Kerusakan pasar yang terletak di Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Solo, sudah berlangsung setengah tahun terakhir dan sudah dilaporkan ke Pemkot Surakarta. 

Dari video rekaman pedagang air hujan masuk sangat deras dari talang yang bocor. Tak hanya masuk ke dalam los pedagang di blog A7, namun juga membuat lantai pasar becek dan kotor.

Salah satu pedagang, Yani, 67, menjelaskan talang air selalu bocor saat terjadi hujan sejak enam bulan terakhir. Bahkan kebocoran semakin parah akhir-akhir ini. Pihaknya sudah melaporkan kepada petugas yang memungut retribusi pasar. 

"Tapi sampai sekarang juga belum ada tindak lanjut mas. Saya pernah minta dicarikan tukang biar yang bayarin saya tapi juga tidak dilakukan," kata Yani kepada RRI, Selasa (22/6/2021).

Dagangan Yani berupa pangan kering rusak basah hingga menjamur. Menurutnya atap Pasar Gede berpotensi tampias saat hujan. Plastik tidak bisa menyelamatkan barang dagangan dari kebocoran atap di atas lapaknya.

"Kalau pas saya di pasar itu masih bisa diselamatkan. Tapi yang kemarin sampai dua kali itu gak bisa, karena malam. Sebetulnya gak seberapa tapi dagangan kering emping 4 kg kena hujan gak bisa dijemur akhirnya njamur," bebernya.

Sekjen Pasamuan Pasar Tradisional Surakarta (Papatsuta) Wiharto, tak menampik apa yang disampaikan pedagang Heny. Malah dia menjelaskan ada sejumlah titik atap yang bocor sehingga berdampak kepada puluhan pedagang di los sayuran dan sembako. "Para pedagang sudah melaporkan kepada lurah pasar tapi belum ada solusi," ujarnya.

Menurut dia, para pedagang sudah berusaha memperbaiki langit-langit secara swadaya, antara lain membuat saluran air dan memperbaiki talang yang sudah termakan usia. Namun, usaha pedagang belum bisa mengatasi masalah karena titik bocor justru pindah tempat.

“Kalau melihat dampak paling parah sekitar satu setengah bulan ini sampai gembrojok. Ada anggaran (dari Pemkot untuk memperbaiki) tapi pedagang menunggu terlalu lama. Ini butuh tindakan sementara karena sudah emergency," jelas dia.

Sedangkan Kabid Pasar Dinas Perdagangan Surakarta Sugeng Budi Prasetyo, menjelaskan revitalisasi Pasar Gede sudah sampai proses lelang. Prioritas proyek untuk mengatasi kebocoran dan memperbarui talang yang sudah rusak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00