Klaten Zona Merah Covid, Wisata Ditutup

KBRN, Klaten : Kasus terkonfirmasi positif covid 19 yang terjadi Kabupaten Klaten membuat wilayah ini menjadi zona merah. Menyikapi status zona merah  tersebut pemerintah Kabupaten Klaten telah mengambil langkah-langkah penanganan bersama Polres dan Kodim.

"Sangat sedih dan memprihatinkan Klaten minggu ini dikategorikan zona merah,"ungkap Bupati Klaten Sri Mulyani selesai memimpin Rapat Koordinasi di kompleks Pemda Klaten kepada wartaean Senin (21/6/2021).

Langkah-langkah yang telah diambil  seperti halnya  di wilayah zona merah tidak boleh ada kegiatan hajatan kecuali ijab kabul. Itupun yang hadir maksimal 20 orang . Tempat ibadah tidak boleh dibuka dan ibadah di rumah masing -masing.

Selain itu nantinya  akan ada pergerakan penegakan yustisi di wilayah 26 Kecamatan  oleh instansi terkait. Selain membubarkan kerumunan  juga akan dilakukan rapid antigen terhadap mereka dengan harapan dapat mengurangi mobilitas ke luar rumah.

"Di wilayah zona merah hajatan tidak boleh kecuali ijab kabul dihadiri maksimal 20 orang. Tempat ibadah tidak boleh ibadah dirumah masing-masing. Nanti akan ada pergerakan penegakan yustisi di wilayan 26 Kecamatan oleh satgas dan TNI Polri.  Merazia di tempat-tempat kerumunan dan dilakukan rapid antigen," jelas Sri Mulyani.

Selain itu  tempat wisata juga akan dilakukan penutupan. Serta kegiatan perekonomian  seperti toko  dibatasi hingga pukul 21.00 WIB Tempat umum seperti alun -alun dilakukan penutupan.

Sedangkan tim ahli pengananan covid 19 kabupaten Klaten Ronny Roekminto mengatakan  minggu  ini  Klaten zona merah. Zona merah  kali  ini bebeda dengan sebelumnya.Sebab saat ini di Indonesia sudah ada varian  baru yang perlu diwaspadai.

"Zona merahnya agak berbeda karena ada varian baru yang perlu diwaspadai, " ungkap Ronny

Dia menyebutkan varian baru  yakni  delta mempunyai sifat penularannya lebih cepat. Sejauh ini  belum diketemukan varian baru itu untuk di Klaten.

Ronny menambahkan terkait zona merah itu dapat segera dikeluarkan  instruksi Bupati.  

(Adam Sutanto / WW)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00