Ini Saran Anggota DPRD Solo, Terkait Kompensasi Rel Layang Joglo Bagi Warga Terdampak

KBRN, Surakarta : Pemerintah Kota Surakarta harus segera melakukan sosialiasi terkait penghitungan kompensasi kepada pemilik bangunan di bantaran rel yang terdampak  proyek rel layang Joglo. Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Surakarta Sugeng Riyanto menyatakan, sampai saat ini pihaknya masih mendengar masyarakat  mengejar kepastian soal nilai kompensasi tersebut.

“Masyarakat masih ngejar itu.Ssaran kami jangan sampai kemudian tanpa ada sosialisasi awal tiba-tiba  masuk rekening yang bersangkutan karena data base nya sudah ada semua. “ kata Sugeng kepada RRI di Gedung Dewan Karangasem, Rabu (16/5/2021)

Menurut Sugeng, karena angka sudah definitif maka sosialiasi perlu dilakukan agar sinkron dan tidak terjadi permasalah di kemudian hari saat kompensasi ditransfer kepada warga.

“ Jangan sampai angka itu ternyata belum klop atau belum sinkron nanti malah menjadi ramai.  Mending misalnya angkanya sudah definitif, disosialisasikan lalu klir tidak ada  masalah transfer selesai, “ ungkap politisi PKS itu lebih lanjut.

PT KAI dan Pemkot Surakarta sudah sepakat dengan appraisal atau penghitungan kompensasi kepada pemilik bangunan yang terdampak proyek Rel Layang Joglo. Dalam waktu dekat ini sejumlah 523 pemilik bangunan akan menerima kompensasi tersebut. 

Secara terpisah  Plt Camat Banjarsari, Beni Supartono mengatakan, tiap bangunan  memiliki luasan dan nominal dampak sosial yang berbeda disesuaikan dengan nilai bangunan, aset hingga bantuan sewa hunian lain untuk sementara waktu.

Dijelaskan Beni, pemerintah masih memfasilitasi warga terdampak jika ada perhitungan yang tidak sesuai atau dirasa kurang pas setelah pengumuman nominal itu disebarkan  dengan memberikan masa sanggah selama 14 hari.

“Pemerintah memberikan kesempatan bagi masyarakat yang kurang sepakat atau komplain dengan perhitungan atau nominal yang ditentukan. Masa sanggah bisa dimafaatkan masyarakat terdampak dengan mekanisme berkirim surat secara resmi dalam 14 hari setelah pengumuman nominal itu terbit," ungkap Benny Supartono

523 bangunan terdampak yang masuk mekanisme dampak sosial terbagi di tiga kelurahan berbeda. Rinciannya 210 bangunan di Kelurahan Gilingan, 73 bangunan di Kelurahan Joglo, dan 240 bangunan di Kelurahan Nusukan.

( Wiwid Widha )

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00