Jelang Pemilu 2024, KPU Sukoharjo Paparkan Sejumlah Persiapan

KBRN Sukoharjo : Persiapan jelang  Pemilu tahun 2024 disampaikan KPU Sukoharjo dalam diskusi bertajuk media gathering dengan sejumlah  media massa di RM JiNung, Senin  (14/06/21). 

Hal itu mengacu hasil  rapat antara Komisi II DPR, pemerintah, serta penyelenggara pemilu yang terdiri dari Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu baru-baru ini.

“ Ya, sesuai dengan  hasil rapat antara Komisi II DPR, pemerintah, serta penyelenggara pemilu yang terdiri dari Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu awal Juni lalu, pemilu serentak yakni Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg)  serta Pilkada diselenggarakan serentak pada tahun 2024 dengan bulan yang berbeda,” kata Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda dalam penjelasannya kepada awak media.

Persiapan Pileg,Pilres  pada bulan  Februari sementara Pilkada pada bulan November, tahun sama hanya beda bulannya, bebernya lagi. Secara umum sesuai dengan regulasi KPU Sukoharjo akan menunggu keputusan final dan jadwal serta tahapan dari KPU RI, tetapi prinsipnya  kami siap melaksanakan.

Ia juga menjelaskan tentang persiapan KPU seperti secara rutin melakukan pemeliharaan DPB( Daftar Pemilih Berkelanjutan ) untuk mengupdate perubahan daftar pemilih.

“Kami melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti dengan Polres dan Kodim untuk mengudate  status TNI Polri ke sipil atau sebaliknya, dengan Dinas Sosial untuk mendapatkan data  warga pemilih yang meninggal, data pernikahan dengan Kemenag dll,” tambahnya.

Terkait dengan pelaksanaan Pileg/Pilres  2019 dan  Pilkada  2020 menjadi catatan dan acuan  untuk perbaikan dalam pelaksanaan Pemilihan 2024. Salah satunya dalam pembentukan badan adhock sambil menunggu regulasi apakah masih sama atau tidak .

Dari sisi anggaran dipastikan akan ada  peningkatan cukup drastis sehingga sejak sekarang KPU sudah melakukan koordinasi dengan Pemda.

“ Kesiapan anggaran sedang  kita susun dan dikoordinasikan dengan Pemda semuanya diajukan utuh karena belum tahu apakah pemilihan gubernur dibiayai APBD provinsi/ kabupaten.”

Selain itu Nuril juga memaparkan tentang simulasi terkait tahapan yang sedang dilaksanakan KPU RI , hal-hal positif yang sudah dilakukan akan terus dilaksanakan. Juga sosialisasi lebih awal terutama tentang pemilihan  tahun 2024 dan keterlibatan semua stekeholders dalam memahami regulasi.

Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM , Suci Handayani menyampaikan tentang pendidikan pemilih yang dilakukan sejak dini untuk persiapan Pemilihan 2024 salah satunya diskusi dan sosialisasi yang dikemas dalam  Jagongan Demokrasi yang menghadirkan narasumber berbagai tokoh politik dan masyarakat .

“Jagongan demokrasi menjadi salah satu upaya memberikan pendidikan pemilih secara daring yang disiarkan secara live lewat kanal media social KPU, diharapkan bisa memberikan informasi dan pemahaman kepemiluan dan demokrasi kepada masyarakat.” Ujarnya.

Cecep Choirul Sholeh selaku Divisi Perencanaan Data dan Informasi menjelaskan tentang  rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB)  yang dilakukan secara rutin setiap bulannya. KPU Sukoharjo juga melakukan koordinasi dengan stakeholders  seperti Dukcapil, Dinsos, Kemenag, Polres dan Kodim  setiap 3 bulan sekali.

Penataan kelembagaan dengan memantau kinerja kelembagaan KPU dilakukan setiap bulan melalui  Kartu kendali SPIP  yang dilaporkan kepada KPU Provinsi menjadi bagian tugas tanggungjawab KPU sebagimana yang dijelaskan Divisi Hukum dan Pengawasan Ita Efiyati.

Terkait dengan pendaftaran Partai Politik peserta Pemilu 2024 , Divisi Tehnis Penyelenggaraan Syakbani Eko Raharjo menuturkan bahwa sesuai dengan simulasi tahapan pemilihan 2024  oleh KPU RI, Bulan Juni 2022 mulai pendaftaran oleh Partai politik sehingga butuh dukungan media untuk menginformasikan kepada masyarakat.

Beberapa awak media mempertanyakan persiapan pengajuan  anggaran yang akan dilakukan KPU sementara tahapan masuk tahun 2022 juga tentang pertimbangan pemilihan dilakukan 2 kali di bulan Februari dan November. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00