Jagongan Demokrasi Program KPU Sukoharjo Dalam Memberikan Pendidikan Pemilih

KBRN Sukoharjo : Jagongan demokrasi merupakan upaya KPU Sukoharjo dalam memberikan pendidikan pemilih yakni proses penyampaian informasi kepada Pemilih untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran Pemilih tentang demokrasi dan Pemilu.

Pendidikan pemilih yang dilakukan secara terus menerus sehingga diharapkan pemahaman demokrasi pemilih akan mengalami peningkatan positif. 

Pendidikan pemilih merupakan elemen penting dalam demokrasi. Pemilih yang rasional menjadi ukuran kualitas demokrasi di suatu Negara.

Indikasinya pemilih dalam menentukan pilihan politik tidak lagi berorientasi pada kepentingan politik jangka pendek seperti uang, kekuasaan dan kompensasi politik yang bersifat individual.

Justru pilihan politik diberikan kepada partai politik atau kandidat yang memiliki kompetensi dan integritas untuk mengelola pemerintahan. Sebab tujuan akhir dari demokrasi adalah kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Untuk menuntun masyarakat menjadi pemilih yang sukarela, mandiri, rasional dan cerdas maka mereka perlu diberi pengetahuan dan ditumbuhkan kesadaran politiknya. Di sinilah pentingnya penyelenggaraan pendidikan pemilih.

Rencananya digelar setiap dua pekan sekali dengan berbagai tema terkait demokrasi dan kepemiluan. Pada edisi perdana #1 tayang secara live  pada Selasa(25/5/21)  pukul 10.00 WIB  dengan  tema Peran partai politik dalam pendidikan politik masyarakat menghadirkan narasumber Ketua DPRD Kab Sukoharjo Wawan Pribadi, S.Sos.

Pendidikan politik menjadi hal penting yang dilakukan partai politik, hal itu terlihat dari perolehan kursi yang signifikan yang telah diperoleh PDIP dari pemilihan legislative baik tahun 2019, 2014 dan 2019 lalu, urai Wawan Pribadi, ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo tahun 2019 -2024.

“Bentuk pendidikan politik itu beragam seperti melalui lembaga sekolah, organisasi, partai politik dan stakeholders,” tambah politikus yang juga bendahara DPC PDIP Sukoharjo.

Selain itu juga memanfaatkan media massa, juga bisa dilakukan secara langsung misalnya oleh KPU sebagai penyelenggara pemilihan, partai politik, lembaga masyarakt Karang Taruna, PKK dll, tambahnya lagi.

Jika dilihat dari dampak pendidikan politik ini bisa dilihat dari kepercayaan pemilih kepada parpol dilihat dari tingkat partisipasi pemilih, ujarnya.

Wawan juga menyampaikan tentang strategi sosialisasi meningkatkan partisipasi  yakni dengan sosialisasi merata dan intensif, menyediakan buku panduan, pemberitaan yang positif melalui media massa juga mneyediakan papan informasi/politik di arena public, mall dll.

Untuk edisi #2 mengambil tema : Persiapan Pemilu Tahun 2024  menghadirkan narasumber ketua KPU Sukoharjo dan Kepala Kesbangpol Gunawan Wibisono, digelar secara live melalui YouTube dan Ig KPU Sukoharjo,  hari Selasa, 15/6/21 jam  10.00 WIB. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00