FOKUS: #PPKM MIKRO

Mudik Lebaran Dilarang, Pengelola Tol Tetap Siaga Pelayanan

Ilustrasi foto gerbang tol Solo-Ngawi.

KBRN,Surakarta: Pemerintah telah memberlakukan larangan mudik Lebaran 6 hingga 17 Mei 2021. Namun PT Jasa Marga Solo Ngawi (JSN) tetap mempersiapkan pelayanan arus mudik-balik bagi masyarakat yang menggunakan ruas tol Solo+Ngawi.

"Meski ada larangan mudik kami tetap menyiapkan tim untuk memantau arus mudik dan balik karena ada penyekatan atau pelarangan mudik," ungkap General Manager Teknik dan Operasi PT Jasa Marga Solo – Ngawi Saktia Lesan Dianasari, Kamis (6/5/2021).

Dia mengungkapkan, di jalan ruas solo – Ngawi ada 8 gerbang tol. Namun hanya dioperasionalkan 7 gerbang tol saja. Sebab gerbang tol Sragen timur belum bisa dioperasikan karena belum ada sertifikat Laik Operasi SLO. "Selain itu juga masih perbaikan," sambungnya.

Lanjut Saktia Lesan, terkait lokasi penyekatan larangan mudik di ruas tol Solo – Ngawi ada di dua exit tol. Meliputi di gerbang tol Sragen KM 528 dan kedua gerbang Tol Ngawi Jatim.

"Sudah dilakukan simulasi dan sosialisasi penyekatan. Dua gerbang tol menjadi lokasi penyekatan karena berada di dua propinsi," bebernya.

Gerbang tol Sragen 528 dan gerbang tol Ngawi 579 telah dilakukan penyekatan oleh Polda Jateng dan Polda Jatim. Di gerbang Ngawi sudah dilaksanakan sosialisasi penyekatan dari arah barat menuju arah timur.

Sementara itu Manager Operasi JSN Imam Zarkasi memprediksi volume lalu lintas akan mencapai pada puncak kamis 13 Mei sekitar 22.000 kendaraan yang melintas disepanjang tol Solo – Ngawi. Hari jumat 14 Mei diperkirakan 24.000 kendaraan.

"Saat ini berbeda jauh dengan tahun 2020 hanya 2000 kendaraan. Prediksi volume lalulintas pada kamis 13 MEI 2021 sekitar 22.000 kendaraan Jumatnya 24 .000 kendaraan," bebernya.

Imam menambahkan jumlah volume kendatraan justru melonjak saat awal bulan April. Banyak warga yang melakukan ziarah 12 hingga 13.000 ribu unit per hari. Siti/MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00