FOKUS: #PPKM MIKRO

48 Pelaku Perjalanan Diswab, Kendaraan Putar Balik Dari Sragen Nihil

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi saat memberikan keterangan pers.

KBRN, Sragen: Petugas gabungan dari Kabupaten Sragen langsung melaksanakan skrining para pelaku perjalanan yang melintas atau masuk Kabupaten Sragen sejak dimulainya Operasi Ketupat Candi 2021 dini hari tadi. 

Sejak melakukan pemeriksaan dari pukul 00.00 sampai pukul 09.00 pagi petgas telah melakukan swab tes terhadap 48 pelaku perjalanan yang melintas atau masuk Kabupaten Sragen. Hasil swab semuanya dinyatakan non reaktif Covid 19 sehingga diizinkan melanjutkan perjalanan. 

"Swab Antigen sudah dilakukan per hari ini dari 7 pos yang telah beroperasi kita telah melaksanakan swab antigen 48. Keseluruhannya warga Sragen, Klaten, Boyolali Solo untuk warga yang luar kota belum kita temukan. Hasilnya semuanya negatif dan ada juga memang dari luar daerah tapi KTP Sragen karena yang bersangkutan mungkin akan mengunjungi keluarganya itu kita lakukan swab di kecamatan," jelas Kapolres AKBP Yuswanto Ardi, Kamis (6/5/2021).

Ardi mengatakan masyarakat yang melintas memang banyak sekali warga yang dalam satu anglomerasi Solo Raya, sedangkan pelaku perjalanan antar provinsi sampai dengan saat ini belum ditemukan. Oleh karenanya sampai dengan saat ini belum ada yang diputarbalikkan karena memang yang melintas masih di wilayah anglomerasi.

"Kendaraan putar balik belum ada. Semoga ini sinyal baik masyarakat patuh terhadap imbauan pemerintah," tandasnya.

Disinggung terjadinya puncak arus mudik, Kapolres Yuswanto Ardi mengaku belum bisa memprediksi yang jelas jika melihat dari situasi nasional tadi malam merupakan awal dari pemberlakuan larangan mudik. Sehingga tanggal 5 Mei sangat signifikan peningkatan arus lalu lintasnya. 

"Tapi pantauan kami hari ini lalu lintas malah lancar. Makannya kita tidak lakukan penyekatan," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen dr Hargiyanto mengaku timnya di tingkat Kecamatan Sudah siap melakukan swab tes kepada pemudik yang lolos dari penyekatan. Pihaknya meminta satgas Jogo Tonggo melaporkan ke Kelurahan jika ada pendatang.

Petugas Pos Pengamanan juga mewaspadai jalur tikus, mengingat Sragen berbatasan langsung dengan Ngawi Jawa Timur maupun Grobogan. Yang terpenting tim di wilayah langsung melaporkan kepada aparat desa jika ada keluarganya datang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00