FOKUS: #PPKM MIKRO

Pemudik Curi Start Turun di Tirtonadi Meningkat, Rata-rata Buruh Lepas dan Pedagang

Pemudik Mulai berdatangan menggunakan bus di Terminal Tirtonadi Solo, rata rata mereka dari luar Jawa dan Jakarta.

KBRN, Surakarta: Sejumlah warga memilih pulang kampung lebih cepat sebelum waktu pemberlakuan larangan mudik pada 6 – 17 Mei 2021. Mereka takut tak bisa pulang karena terbentur aturan.

Pantauan RRI Kamis (22/4/2021) terlihat masyarakat yang turun dari bus meningkat dari biasanya. Mereka membawa barang bawaan berupa tas besar yang di panggul dan di tenteng. 

Salah satunya pemudik dari Lampung Nardi, mengaku memutuskan mudik awal karena takut tidak bisa pulang kampung karena hampir dua tahun tidak mudik.

"Terpaksa pulang kampung halamannya di Jaten, Karanganyar karena di tempat kerja di perkebunan sudah memberikan libur selama 1 bulan," ungkap Nardi.

Lanjut Nardi, saat melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi bis dari Lampung persyaratannya tidak terlalu ketat. Seperti tidak harus memakai rapid tes Antigen atau GeNose.

"Saya mudik lebih awal takut tidak bisa pulang karena sudah dua tahun tidak mudik. Kebetulan ini dapat libur satu bulan juga aturan di Terminal Lampung tidak ketat," bebernya.

Sementara itu dikonfirmasi RRI Komendan Regu Satuan Lalulintas Dishub Solo, Sabda Agung mengungkapkan para pemudik lebaran mulai mencuri start. Mereka masuk ke Terminal Tirtonadi Solo sejak awal Ramadhan mulai berdatangan.

Dikatakan Sabda, setiap hari para pemudik yang di dominasi dari luar Jawa seperti Lampung, dan Sumatra. Rata-rata perhari 10 hingga 15 orang. Selain itu pemudik dari Jakarta biasanya puluhan orang perhari.

"Memang dari awal Ramadhan sudah ada yang mencuri start mudik yang di dominasi dari luar Jawa. Sedang dari Jakarta 25 hingga 50 orang," ungkapnya.

Para pemudik di dominasi para pekerja buruh harian lepas, pedagang yang sudah sepi jualannya. Tujuan para pemudik seperti ke Soloraya dan Purwodadi. Siti/MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00