Evaluasi PPKM Mikro, Buka Bersama dan Pembagian Takjil Jadi Sorotan Pemkot Solo

KBRN, Surakarta: Progran Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Kota Surakarta kembali diperpanjang dua pekan kedepan karena masih tingginya kasus penularan Covid-19.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menegaskan perpanjangan PPKM itu membutuhkan peran penting satgas di tingkat kelurahan guna  membendung penularan Covid-19.

"Satgas kelurahan ini berperan penting di pelaksanaan PPKM Mikro," ungkap Gibran kepada watawan seusai memimpin rapat Evaluasi Pelaksanaan PPKM Berbasis Mikro di Balaikota, Senin (19/4/21). 

Terlebih, lanjut Gibran, masih kurang disiplinnya masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan menjelang buka puasa, seperti saat kegiatan pembagian takjil di jalan dan buka bersama di rumah makan.

“Masih sama yang dua minggu lalu. Evaluasi aja, hampir mirip dua minggu lalu. Ya ada beberapa pelanggaran, tapi sudah langsung ditegur oleh Satpol,” katanya.

Senada, Kepala Satpol PP Kota Surakarta, Arif Darmawan menyayangkan masih terjadinya kerumunan saat pelaksanaan buka bersama, sehingga pihaknya akan menggiatkan kembali sosialisasi dan melakukan pembinaan kepada pihak yang terjaring.

“Kerumunan buka bersama, kemudian itu tadi pembagian takjil dan pembagian sedekah. Ketika orang datang, langsung terjadi kerumunan. Rumah makan beberapa kita identifikasi, khususnya di hotel dan restoran yang all you can eat, mestinya kan tidak boleh prasmanan. Kalaupun prasmanan harus ada penyajinya,” jelasnya.

Selama bulan Ramadhan, Satpol PP Kota Surakarta telah melayangkan 4 Surat Peringatan pada hotel, dan rumah makan. Rata-rata kasus pelanggaran berupa kegiatan buka bersama. Angka covid-19 dalam sepekan bulan Ramadhan terjadi penambahan 152 kasus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00