Larangan Jualan Mercon, Satpol PP: Kembang Api Masih Boleh!

KBRN, Surakarta: Penjualan mercon di Surakarta yang sering muncul di momen Ramadhan telah berhasil ditekan oleh Satpol PP Kota Surakarta.

Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Dharmawan mengungkapkan, karena larangan penjualan mercon ini, suara-suara mercon mulai tahun 2020 telah berkurang sampai 80 persen dan di tahun 2021 ini jumlahnya juga semakin berkurang.

"Ini sudah mulai berkurang sekitar 80 persen," tegas Arif kepada RRI, Senin (19/4/21).

Menurut Arif, pihaknya sudah mengidentifikasi dan mengundang dua penjual besar mercon di kota Solo yaitu di Slamet Riyadi dan di sekitar Keprabon untuk diingatkan agar tidak menjual mercon.

"Kemarin kita sudah mengundang beberapa penjual (mercon), kita sosialisasikan untuk tidak menjual mercon," tuturnya.

Meskipun penjualan mercon dilarang, namun Arif menyampaikan, pihaknya tidak menampik kalau penjualan kembang api masih diperbolehkan, selama kembang api tersebut tidak menimbulkan suara ledakan baik di darat maupun di udara, namun harus hanya percikan-percikan api kecil saja.

"Jadi kembang api yang tidak menimbulkan suara ledakan namun hanya percikan-percikan kembang api, itu masih diperbolehkan, boleh diperjualbelikan, semacam kembang api, air mancur dsb, namun untuk yang bersuara, entah itu yang meledak di bawah atau di udara itu dilarang,” ungkapnya.

Sementara itu penjual grosir kembang api di daerah Keprabon Solo Fredy mengungkapkan, pihaknya hanya menjual kembang api saja dan bukan mercon. Fredy pun mengakui, pihaknya pernah didatangi Satpol PP terkait larangan penjualan mercon, namun pihaknya tidak mendapatkan teguran dari Satpol PP karena yang dijual hanya kembang api dan bukan mercon.

”Oo ya ada juga, semua didatangi semua, ya nda ada apa2, ga ada masalah, kan ada suratnya semua to,” katanya.

Berdasarkan pantauan RRI, adanya larangan penjualan mercon maupun kembang api yang menimbulkan ledakan di Kota Surakarta membuat mayoritas penjual kembang api yang membeli atau kulak di toko di daerah Keprabon di dominasi dari luar Solo.

Nanang dan Joko penjual yang langsung datang dari Sragen dan Klaten mengaku pihaknya masih diperbolehkan menjual jenis kembang api tersebut di daerahnya masing-masing.

"Kalo didaerah kita masih diperbolehkan menjual (mercon)," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00