Wow! Budidaya Bawang Putih Varietas Tawangmangu Baru di Lereng Merapi Lebih Maksimal, Hasil 22 Ton Per Hektar

Petani bersama Bupati Boyolali dan Kepala BI Solo mengikuti panen perdana Bawang Putih Varietas Tawangmangu Baru di Selo Boyolali.

KBRN, Surakarta: Petani Milenial Boyolali berhasil mengembangkan bawang putih varietas Tawangmangu Baru. Uji coba di lahan demonstration of plot demplot menunjukkan hasil panen yang maksimal, hampir 22 Ton per hektar.

Pantauan RRI, Senin (19/4/2021) panen perdana bawang putih varietas unggulan Tawangmangu Baru di Selo, Boyolali. Panen hasil budidaya Kelompok Tani Argoayuningtani di desa Senden, seluas 1200 meter persegi. Panen perdana dihadiri Bupati Boyolali Muh Said Hidayat, Kepala Cabang BI Solo Nugroho Joko.

Salah satu petani, Warno mengungkapkan wilayah Senden merupakan desa penghasil bawang lokal tahun 80 am. Namun semenjak tahun 95 mulai berkurang pasalnya tergeser oleh komoditas lain.

"Sejak tahun 2020 kelompok tani melakukan penanaman bawang putih varietas campuran lumbu hijau, kuning dan sembalun di lahan seluas 3,9 hektar," beber Suwarno disela panen.

Penanaman ini lanjutnya, melalui kemitraan dengan importir bawang putih lewat program rekomendasi impor produk Hortikuttura RIPH. Namun hasil panen hanya 6 - 7 ton per hektar, bawang putih yang dihasilkan juga memiliki umbi kecil sehingga menyulitkan pemasaran.

Semetara bibit merupakan faktor utama penentu keberhasilan penanaman bawang putih. Untuk Varietas Tawangmangu Baru itu produksinya sangat tinggi yakni sekitar 22 ton per hektar basah 

"Dibandingkan yang lokal di pasar atau bawang Jowo hanya 4 ton perhektar dan lumbu kuning 7 ton perhektar," ujarnya.

Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Nugroho Joko Prastowo mengungkapkan, BI Solo dengan pemkab Boyolali melaksanakan pendampingan kepada kelompok tani Argoayuningtani. Hal ini untuk meningkatkan kualitas bibit bawang putih melalui demplot varietas Tawangmangu Baru seluas 1200 meter persegi.

Penanaman perdana bibit varietas tawangmangu baru dilakukan 2 Desember 2020. Kelompok tani menerima program sosial Bank Indonesia PSBI, berupa screenhouse dan alat sprayer elektrik untuk menunjang penanaman.

"Saat panen perdana kondisi varietas Tawangmangu Baru hasil jauh lebih baik, memiliki struktur batang lebih besar dan kokoh. Keseragaman tumbuh yang merata dan ukuran umbi yang lebih besar, rasa lebih mantab jika dibandingkan bawang impor dari Tiongkok," beber Joko.

KPwBI Solo sebagai pendampingan juga dilakukan dari proses produksi hingga pemasaran. Agar jangan sampai petani di rugikan. Untuk panen perdana ini lebih dulu di gunakan pembibitan budidaya agar lebih banyak hasilnya. Nanti selebihnya yang digunakan untuk bibit di jual ke pasar," kata Joko. Siti/MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00