FOKUS: #PPKM MIKRO

Nekat Mudik Ke Solo Siap-siap Dikarantina 5 Hari di STP

KBRN, Surakarta: Setiap warga dari luar kota yang mudik ke Solo pada Lebaran 2021 akan dikarantina terlebih dahulu. Karantina disiapkan di Solo Tecnopark (STP) selama lima hari. 

Ketua Pelaksana Satgas Covid-19 Surakarta Ahyani mengatakan, kebijakan ini sabagai antisipasi lonjakan kasus Covid 19 di Kota Bengawan. Dimana telah terjadi tren kenaikan sepakan terkahir.

"Kalau dalam provinsi kan boleh, kita tidak boleh memutar balik (pemudik). Datang ya kita sesuaikan dengan ketentuan isolasi.  Isolasi ini kebijakan Pemkot Solo," tandas Ahyani, kepada wartawan di sela Rapat Evaluasi PPKM Mikro di Balaikota Senin (19/4/2021) siang.

Ahyani mengatakan, sebagai upaya pengetatan warga mudik akan disiapkan ruang isolasi khususnya yang dari luar kota. Isolasi ada dua pilihan, yakni di STP atau di hotel dengan membayar sendiri selama 5 hari.

Ahyani mengatakan, warga yang nekat mudik saat lebaran akan dijemput satgas Jogo Tonggo kemudian dibawa ke STP. Bagi yang tes swabnya positif akan dikarantina di Asrama Haji Donohudan Boyolali.

Karantina bagi pemudik ini akan dilaksanakan sebelum larangan mudik 6-17 Mei 2021 diberlakukan Pemerintah Pusat.

"Isolasi 5 hari pemudik. Setelah ini kita akan buat sosialisasi sebelum tanggal 6 akan kita terapkan. Jadi kita mungkin hari ini ada sosialisasi dulu, bukan berarti memberi kesempatan untuk mencuri start, tapi untuk tahulah kalau ke Solo ada prosedur seperti itu," bebernya.

Ahyani mengatakan tidak bisa melarang warga dari luar kota untuk mudik ke Solo karena penyekatan hanyalah di batas-batas Provinsi. Namun demikian kebijakan Pemkot setiap warga luar kota yang akan stay di Solo harus karantina lima hari di STP.

"Kita tidak memiliki wewenang untuk memutar balik kendaraan yang sudah masuk," ujarnya. 

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno mengatakan, bersama dengan kepolisian akan melakukan penyekatan pintu-pintu masuk di Kota Solo. Hanya saja kapan penyekatan dilakukan pihaknya masih menunggu perintah dari Pusat.

"Kita gabung dengan kepolisian tidak punya res area khusus. Cuma kapan kita belum tahu," katanya.

Hari Prihatno juga belum bisa memastikan Bus Antar Kota Antar Provinsi benar-benar tidak dizinkan melintas. Akan tetapi untuk Bus Trans Solo dan juga trans Jateng termasuk Aglomerasi Solo Raya masih diizinkan beroperasi untuk pelayanan masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00