Pendaftaran BPUM Di Sukoharjo Sekitar 8 Ribuan Untuk mendapatkan Bantuan Modal Sebesar 1,2 Juta.

KBRN Sukoharjo : Peminat Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) 2021 senilai Rp 1,2 juta dari pemerintah pusat di Kabupaten Sukoharjo terbilang cukup tinggi.

Sekitar 8 ribuan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) telah mendaftar meski baru dibuka sejak hari Senin lalu.

Para pelaku UMKM tersebut sudah mendaftar secara online dengan mengisi google form.

Rencananya, pendaftaran BPUM 2021 akan ditutup 20 April 2021 pukul 24.00 WIB.

Kepala Disdagkop dan UKM Pemkab Sukoharjo, Sutarmo kepada RRI mengatakan nantinya BPUM  diprioritaskan bagi pelaku UMKM yang sebelummya belum mendapat bantuan.

“ Ya, untuk BPUM yang diperbolehkan mengisi formulir pendaftaran online adalah pelaku usaha mikro yang belum pernah mendaftar atau pernah mendaftar namun salah pengisian data,” ungkap Sutarmo kepada RRI, Rabu (14/04/2021).

Sutarmo mengingatkan sebelum mendaftar BPUM agar pelaku UMKM untuk mencari Surat Keterangan Usaha (SKU) atau LIB dan berbagai persyaratan lain seperti fotocopi KTP dan KK yang harus diserahkan ke kelurahan/desa setempat.

“ Bagi yang belum mendaftar kami mohon untuk dapat melengkapi diri dengan berbagai persyaratan. Sebab untuk mendapatkan bantuan BPUM jumlah yang telah mendaftar tetap akan melalui seleksi administrasi,” ujar Sutarmo.

Lebih lanjut dikatakan Sutarmo BPUM Kementerian Koperasi dan UKM atau tahun lalu dikenal dengan Banpres PUM bakal dilanjutkan dengan total anggaran sebesar Rp 15,36 triliun.

“ Untuk BPUM itu sasarannya adalah 12,8 juta pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu salah satu pendaftar BPUM yakni Mrahanto pelaku UKM dari kelurahan Ngadirejo kecamatan Kartosuro berharap  agar pengajuan untuk mendapatkan bantuan sebesar 1,2 juta dapat disetujui.

Sebab selama pandemi Mrahanto yang juga pengusaha Karak dengan label “Werkudoro” itu benar-benar menurun drastis.  

“ Kami sebenarnya sudah berkali-kali mendaftar untuk mendapatkan bantuan. Namun tidak pernah berhasil. Semoga yang BPUM ini berhasil. Sehingga bantuan nanti akan kami perguanan untuk menambah modal usaha pembuatan Karak,” ungkap Mrahanto.

Lebih lanjut Mrahanto juga mengakui, Karak “Werkudoro” sebelum terjadi pandemi sempat yang kewalahan menerima order.

Kendati pembuatannya masih dilakuan secara manual, namun dalam satu hari mampu membuat karak dengan bahan dasar beras sebanyak 20 kilogram.

“Ditengah pandemi kami mencoba bangkit dan sedikit demi sedikit kembali mendapatkan order karak tidak hanya dari sekitar kota Solo namun juga sering berasal dari luar wilayah Solo raya,” pungkasnya. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00