FOKUS: #VAKSIN COVID-19

PPKM Diperpanjang, Nestapa Pengusaha Pariwisata

Kamar hotel di Kota Solo. Dok Istimewa

KBRN, Surakarta: Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pertama berdampak pada pelaku usaha perhotelan di Kota Solo. Belum keputusan pemerintah untuk memperpanjang PPKM selama dua pekan lagi. 

"Selama PPKM hunian kamar hotel mengalami penurunan drastis dari tamu hotel yang memesan kamar," ungkap Yatman, Front Office Manager Lorin Solo Hotel, kemarin.

Dia mengungkapkan pada bulan Januari 2021 okupansi hotel hanya 12 hingga 14 persen.  Setidaknya hanya 50 kamar jika di banding hari biasanya 150 kamar saat pandemi berlangsung."Penurunan kita luar biasa, total kita punya 359 kamar. Itu terisi 12 persen lah," bebernya.

Yatman menambahkan, pihaknya banyak  kehilangan pengunjung dengan adanya kebijakan PPKM. Mulai reservasi room, event, sampai Online Travel Agent (OTA).

"Upaya untuk mendongkrak okupansi dengan menawarkan paket bundling kamar, dengan voucher makan wedangan, paket floating breakfast ala suasana di Bali sampai sarapan bersama di hotel bagi pecinta gowes," jelasnya.

Sementara Public Relation Officer Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Tia Kristiyanti juga menyampaikan, dengan adanya PPKM selama dua pekan ini dampaknya sangat dirasakan. Ada 5 event wedding dan kegiatan meeting dari Pemkot serta instansi lainnya di KSPH di batalkan.

"Banyak event yang dibatalkan di KSPH di masa PPKM. Kalau okupansi hotelnya hunian kamar masih lumayan. Kan sejak bulan Oktober 2020 di booking ekslusif oleh Nasional Paralimpic Comite (NPC) untuk atlet  disabilitas," beber Tia.

NPC mem-booking 60 kamar hotel dengan menerapkan protokol kesehatan setiap kamar satu atlet. Dikatakan Tia pihaknya hanya memfasilitasi para Atlet NPC sehingga tidak bisa mengakomodir pemesanan kamar dari tamu lain. 

Untuk diketahui Pemerintah akan memperpanjang PPKM di pulau Jawa dan Bali termasuk Kota Solo. Walikota FX Hadi Rudyatmo mengaku sepakat dengan kebijakan pusat dalam upaya menekan penularan virus. Namun pihaknya berharap ada evaluasi agar perekonomian juga tetap bisa bergerak. 

"Ya memang Jawa Tengah tambahnya banyak terus, kita ngikut aja. Tapi kita evaluasi jadi satu sisi penyebaran kita kendalikan, ekonomi juga tetap bergerak," tandas Rudy sapaan akrab Walikota Solo itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00