FOKUS: #G20

Gibran Bakal Undang Grup Band Besar Lagi, Promotor: Saatnya Pemerintah Beri Panggung Music Tourism

KBRN, Surakarta: Sekitar 10 ribu pecinta musik rock dari berbagai kota tanah air maupun luar negeri terpukau dengan penampilan konser grup progressive metal asal Amerika Serikat Dream Theater, di parkir selatan Stadion Manahan, Solo, Rabu malam. 

Ribuan rocker itu dua jam tidak beranjak saat James LaBrie dan kawan-kawan melantunkan 9 lagu tanpa jeda istirahat. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku puas dengan kegiatan tersebut. 

Dampak positif untuk pemulihan perekonomian dirasakan masyarakat Solo dan sekitarnya. Selain sektor UMKM yang kembali bergairah, okupansi hotel juga terkerek. Putra sulung Presiden Jokowi itupun berjanji untuk kembali menggelar kegiatan serupa dengan mendatangkan grup band besar lainnya.

“Nanti ada lagi. Mendadak mendadak wae, nggak usah dibocorke. Bagus, bagus. Padahal yo rung ngrungokke, wong lagi wae teko (belum mendengarkan, baru saja datang),” kata Gibran yang datang sendirian ke lokasi konser Dream Theater, Rabu (10/8) malam.

Sementara itu founder Rajawali Indonesia Anas Sahrul Alimi yang menjadi promotor Konser Dream Theater mengatakan Kota Solo memiliki potensi sebagai music tourism. Menurutnya music tourism itu membawa efek domino yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi. 

"Menurut saya, sudah saatnya pemerintah mulai memberikan ruang terhadap music tourism. Di LN, music tourism luar biasa. Kalau kita kayak ke Coachella, itu ada 300.000 orang pendatang. Glastonburry hampir 600.000 orang. Kalau kita ke London, mau nonton itu kita mesti ke Abbey Road. Ya, kan? kita jalan di zebra cross-nya. Kita ke studionya. Di situ belanja ada vinyl ada kaos. Kita juga ke depan foto rumahnya Freddy Mercury misalnya," beber Anas dalam sesi jumpa pers belum lama ini.

Anas menyebutkan Solo memiliki tempat yang bisa dikunjungi seperti Lokananta, kemudian banyak kafe dengan live musiknya. Lanjut dia penggemar musik datang ke Solo menyaksikan konser dipastikan tidak hanya menginap di hotel saja tapi juga akan menikmati suasana dan juga kuliner yang khas. 

"Di sini, kan, banyak. Misal nih ke Lokananta. Kemudian, kita nongkrong di kafe apa. Ini namanya music tourism. Orang terbang dari Jakarta, ke sini nonton Dream Theater, tidak mungkin hanya nonton kan. Dia pasti makan kuliner di Nasi Liwet. Kemudian, dia ke Tengkleng," katanya.

Dirinya menyinggung konser grup band Coldplay di Singapura beberapa saat lalu, 80 persen penonton dari Indonesia sehingga banyak uang yang masuk ke negara tersebut.

"Sudah saatnya pemerintah memberikan ruang bagi musik tourism. Apalagi musik ini kan bahasa universal, siapa saja bisa. Jadi jangan hanya sport tourism yang dikasih panggung. Music tourism ini luar biasa. Inget nggak waktu Coldplay main di Singapura. Itu yang nonton 80 persen orang Indonesia. Berapa banyak uang ke sana," pungkasnya. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar