FOKUS: #PPKM

Semarak Festival Payung Nusantara, Belasan Ribu Wisatawan Kunjungi Balekambang

KBRN, Surakarta: Sektor pariwisata Kota Solo kembali bergeliat setelah dua tahun lamanya diselimuti Pandemi Covid 19. Festival Payung Nusantara yang berlangsung di Taman Balekambang menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kota Bengawan.

Festival Payung 2021 yang berlangsung 3 hari, mendapatkan apresiasi dari masyarakat Solo Raya bahkan luar Kota. Kepala Unit Pelaksana Teknis UPT Taman Balekambang, Sumeh mengatakan Festival Payung sempat ditiadakan karena Pandemi Covid-19.

"Kembali digelar dihari pertama jumlah pengunjung yang masuk di taman Balekambang mencapai 2.500 pengunjung," kata Sumeh Minggu (5/12/2021).

Sedangkan dihari terakhir sampai Minggu siang jumlah pengunjung terus berdatangan mencapai lebih dari 10.000 wisatawan. Dalam event ini pihaknya menargetkan 7500 pengunjung perhari.

“gelaran Festival Payung kali ini memang sambutan masyarakat cukup tinggi hari pertama dan kedua Jumat, Sabtu sebanyak 2500 lebih pengunjung sedangkan di hari minggu mecapai 10.000 pengunjung,” beber sumeh.

Lanjut Sumeh, meski jumlah pengunjung meningkat, namun protokol kesehatan dilaksanakan dengan ketat. Seperti mencuci tangan dengan hand sanitizer, dan memakai masker juga menggunakan barcode PeduliLindungi di pintu masuk lokasi festival. "Kami tidak ingin wisatawan pulang dari berkunjung ke Balekambang malah tidak sehat."

Sementara itu Pengunjung asal Trenggalek, Jawa Timur Nuril Hadatul Aisyi Sayoga mengapresiasi Festival Payung Nusantara karena sangat kreatif. Seperti pembuatan payung mulai produksi, melukis payung selanjutnya di pamerkan dan dijualnya.

Dirinya yang pertama kalinya mengunjungi Festival Payung ini merasa senang, selain gratis juga bisa berswa foto di beberapa stand festival.

“Kami pertama kalinya melihat Festival Payung, saya mengapresiasi gelaran ini karena melihat kreativitas, seni dan lukis payung langsung di tempat juga masuk tidak dipungut biaya alias gratis,” beber Aisyi.

Dalam Festival Payung ini menunjukkan kreasi payung dari berbagai daerah seperti Juwiring Klaten, Yogyakarta, Lasem Rembang, Papua, Maluku, dan Aceh. Selain itu juga gelaran pertunjukan seni tari dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini sekaligus sebagai pertemuan pelaku industri-industri kreatif payung. Diharapkan dengan festival ini dapat menggeliatkan pariwisata di Kota Solo juga pegiat seni karnaval. Siti/MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar