FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Solo Terima Hibah Mobil Listrik Pariwisata Dari Tahir Fondation, Segara Beroperasi Menyusuri Obyek Wisata Perkotaan

KBRN, Surakarta: Kota Solo kini memiliki sejumlah kendaraan listrik untuk mendukung pariwisata perkotaan. Mobil listrik bergaya klasik itu merupakan hibah dari Tahir Foundation (Bank Mayapada).

Sejumlah armada baru itu sebagai upaya untuk mendongkrak potensi pariwisata.  Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming mengatakan, mobil listrik bergaya klasik itu merupakan hibah dari Tahir Foundation (Bank Mayapada). Sebelumnya perusahaan tersebut juga menghibahkan satu buah armada bus tingkat untuk pariwisata pada Pemkot Surakarta beberapa tahun sebelumnya. 

Menurut Gibran, empat dari delapan armada yang akan dihibahkan ke Pemkot Surakarta telah tiba di Balaikota Surakarta. "Totalnya ada delapan mobil, ini baru datang empat mobil. Sampai di Solo kemarin pagi, ini diparkir di Balaikota," terang Gibran, Senin (27/9/2021). 

Kedelapan armada baru itu seluruhnya dioperasikan menggunakan tenaga listrik. Sementara gaya retro dengan sentuhan desain mirip Lacia Lamda (1922) atau Cadillac V-16 (1930) itu membuat armada ini tampil makin klasik sehingga diharapkan mampu menunjang layanan kepariwisataan di kota bengawan. 

"Rencananya untuk pariwisata, pemanfaatannya seperti Bus Tingkat Werkudara kita," kata dia.

Dilihat dari bentuknya, kendaraan listrik bergaya klasik ini didesain khusus dengan model dek terbuka. Armada berkapasitas 10 penumpang dengan satu sopir di sebelah kiri itu bakal dimanfaatkan untuk tour ke kampung-kampung wisata yang ada di Solo. 

Seperti di Kampung Batik, Kampung Permata, dan kampung-kampung kerajinan dan wisata lainnya. Kemudian kendaraan dengan kecepatan maksimal 40 km per jam itu dapat digunakan untuk menyusuri perkotaan.

 "Ini untuk rute pendek, nanti biar Dinas Perhubungan yang menentukan rutenya. Yang pasti untuk tempat wisata-wisata seperti di Kauman, Laweyan. Mobilnya ramah lingkungan dan bisa masuk ke gang-gang sempit, untuk sementara ini mungkin maksimal baru bisa enam penumpang," kata Wali Kota. 

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Hari Prihatno membenarkan keberadaan hibah mobil listrik untuk giat pariwisata itu. Keberadaan kendaraan listrik bergaya klasik ini akan melengkapi layanan jasa perjalanan wisata yang selama ini diberikan melalui layanan Bus Tingkat Wekudoro dan Kereta Uap Jaladara.

 "Mobil listrik ini bisa jadi pilihan baru. Jadi yang mau berkeliling bisa naik Mobil Listrik, Bus Tingkat, atau pun Kereta Uap," terang dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00