FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Wisata ke Museum Manusia Purba Sangiran Tinggal Klik Android, Segera Menyusul Gunung Kemukus dan Air Panas Bayanan

KBRN, Surakarta: Virtual tour atau sebuah konsep baru untuk berlibur di tengah pandemi Covid-19 sudah dikembangkan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Virtual tour di museum manusia purba Sangiran ini semakin diminati masyarakat.

Pamong Budaya Ahli Muda Museum BPSMP Sangiran, Sragen, Dody Wiranto mengatakan terpaksa menutup museum sejak awal pandemi virus Corona atau COVID-19 hingga saat ini. Menyiasati hal itu, pihak museum kini meluncurkan inovasi berupa virtual museum yang membuat pengunjung bisa menjelajah Museum Sangiran tanpa harus keluar rumah. 

"Konsep virtual tour itu telah dimulai sebelum Pandemi melanda, dan semakin dimatangkan pertengahan tahun lalu, dan kini peminatnya cukup banyak," kata Pamong Budaya Ahli Muda Museum BPSMP Sangiran, Sragen, Dody Wiranto kepada RRI Minggu (1/8/2021).

Dia mengatakan, selama pandemi pihaknya terus berusaha meningkatkan dan mengembangkan konten dari virtual museum. Virtual museum ini sudah bisa dinikmati oleh semua masyarakat secara online, tanpa dipungut biaya. 

"Cukup bersurat ke BPSMP Sangiran. Nanti kita menjadwalkan kapan dilakukan, kita menyiapkan guide," terangnya.

Dody melanjutkan, dengan virtual museum ini warga dapat menjelajah isi Museum Manusia Purba Sangiran tanpa harus ke luar rumah. 

Museum Sangiran Virtual ini, lanjutnya, dapat diakses seluruh warga dengan mengakses alamat situs https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/virtualmuseum/sangiran_ID/index.html.

"Masih terus kita tingkatkan isinya, mudah-mudahan terobosan ini bisa dinikmati apalagi di masa pandemi seperti sekarang dimana kunjungan secara langsung sangat dibatasi," imbuhnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sragen, Yusep Wahyudi mengatakan saat Pandemi ini memang semua tempat wisata di Sragen ditutup. Namun hal ini digunakan untuk mempersolek obyek wisata di Bumi Sukowati Yakni di Gunung Kemukus dan pemandian Air Hangat Bayanan Sambirejo. 

Terkait wisata virtual memang sedang dikonsep, secara berkesinambungan. Tapi  kami mensosialisasikan objek wisata yang ada di Kabupaten Sragen, sarananya media sosial, kemudian kami punya aplikasi sistem informasi pariwisata terpadu. Jadi awalnya itu dulu, yang kedua berusaha memperbaiki infrastruktur," jelasnya.

Yosef menerangkan bahwasanya untuk pandemi ini, pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terdampak. Banyak banyak pelaku usaha pelaku pariwisata mulai dari tour leader biru transportasi dan juga UMKM mengalami keterpurukan. 

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan utamanya 5M, agar pandemi ini ini segera berakhir dan sektor pariwisata yang menjadi andalan segera pulih. "Kita harus bersabar. Kita harus siap menyongsong dunia wisata yang baru, dengan mematuhi protokol kesehatan," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00